Skip to content


Hati Hancur Berkeping karena Ortu

Patah hati bisa bikin stres dan sakit hati. Untung saja tidak sampai mengambil jalan pintas seperti bunuh diri. Kisah ini dialami Yanto warga Mertoyudan, Magelang. Harapannya untuk mengarungi bahtera rumah tangga dengan sang kekasih pupus sudah.
Setelah orang tua kekasihnya, Tina, menolak mentah-mentah. Alasannya Tina sudah dijodohkan. Duh, Gusti, rasanya dunia serasa gelap, hati hancur berkeping-keping. Eksistensinya sebagai lelaki tak berharga lagi. Lebih dari itu, mimpinya untuk membangun rumah tangga benar-benar sirna.
Lelaki berwajah lumayan ini tak mengerti kenapa ditolak orang tua Tina. Padahal mereka sudah lama pacaran, hampir 2 tahun. Dan selama itu pula tak ada masalah. Anehnya, ketika ia berniat serius dan menetapkan pilihan hanya dengan Tina, tiba-tiba dilarang.
Apa boleh buat, ia tak mungkin melawan kehendak orang tua Tina. Namun dalam hati terdalam rasa sakit begitu menusuk dada. Untunglah Yanto tidak mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup. Meski demikian untuk beberapa saat ia nyaris stres.
Perkenalannya dengan Tina bukan suatu kebetulan. Memang saat itu ia sudah bersahabat baik dengan kakak lelaki gadis berambut panjang ini. Setiap hari main ke rumahnya. Lama-lama ia ngesir Tina. Gadis itu tidak begitu cantik, tetapi punya daya tarik yang menggugah jiwanya. Ia lugu, rajin sembahyang dan lemah lembut.
Satu lagi, tidak neko-neko. Suatu kali Yanto mengungkapkan isi hatinya itu. Dan mendapat sambutan baik Tina. Dasar Tina gadis sederhana, tidak muluk-muluk keinginannya. Mereka lantas menjad sepasang kekasih. Semula hubungan mereka lancar-lancar saja tidak ada larangan dari kedua orang tua. Semakin rapat jalinan cintanya.
Tina kerap diajak ke rumah Yanto. Tak heran, jika keluarga Yanto menganggap Tina sebagai anak sendiri. Toh hubungan itu juga direstui. Hampir 2 tahun pacaran. Sampai Yanto berencana melamar Tina. Ia sudah berketetapan akan menikahi pujaan hatinya itu. Keinginan itu sudah disampaikan ke orang tuanya. Dan mereka merestui.
Yanto tinggal mengatakan pada orang tua Tina, ayahnya akan melamar. Namun, belum lagi niat itu kesampaian, keburu terjadi insiden yang membuatnya kecewa berat. Suatu hari Yanto main ke rumah Tina. Tiba-tiba ia dipanggil ibunya. Tidak sedikitpun ada prasangka buruk dalam diri Yanto saat itu.
Ternyata sang ibu mengatakan kalau Tina sudah dijodohkan. Mulai hari ini jangan lagi mendekati Tina, begitu katanya. Dunia seakan runtuh, petir dan badai mengobrak-abrik perasaannya. Antara tidak percaya dan tidak dengan ucapan ibu Tina itu.
Tina tidak berdaya melawan orang tuanya. Dan Yanto akhirnya mengalah. “Barangkali belum jodoh,”keluhnya lirih. Sejak itu Yanto tak berani pacaran, takut peristiwa yang sama akan terulang. Kini untuk menghibur lara hatinya, ia pindah kerja di Purwokerto. Siapa tahu menemukan jodoh di Kota Keripik itu. Semoga. (cerita kiriman musliman, purwokerto)

Posted in Cerita Cinta.

2 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Novi Susilowati said

    Patah hati,hancur hati,broken heart……..?Aku sudah mengalaminya sampai hampir 7 kali.Tragis gak sich.Dan yang terakhir adalah baru terjadi kemarin siang.Alasannya ‘perbedaan keyakinan’ dan orang tuaku melarangnya dan lagi dia sudah membuat aku kecewa………..!

  2. jokey_white said

    sama seperti saya… saya jg merasakan pedihnya hati ini bagai dunia tidak berputar lagi. ortu sudah bicara seperti itu kita sudah tdk bisa berbuat apa2 kecuali hanya memohon kepada yang kuasa….

Some HTML is OK

(required)

(required, but never shared)

or, reply to this post via trackback.