Skip to content


Air Klenteng Melancarkan Persalinan

** Keistimewaan Klenteng Grajen, Semarang (3-Habis)
kwan im Tentang kemunculan harimau putih di klenteng Grajen apakah ada pertanda yang ingin disampaikan? Tidak ada yang bisa mengartikan secara pasti. Bahkan, beberapa pengurus termasuk biokong (penjaga klenteng, red) saat dikonfirmasi juga tidak mengerti pertanda yang disampaikan harimau putih tersebut.
Cerita kegaiban lainnya, konon bila pengunjung yang menoleh ke arah belakang klenteng, tepatnya di dalam kelenteng yang berada sebelah kiri dari arah pintu depan kadang mendengar suara teriakan perempuan. Disusul kemudian kemunculan wujud aslinya berupa perempuan berambut sebahu berbaju putih-putih. Benarkah dia kuntilanak? Tidak ada yang tahu pasti.
“Tapi arwah perempuan ini tidak mengganggu, lantaran kami sudah sering ditemui,” ungkap Hiang Thian. Keberadaan arwah perempuan hingga menunggu klenteng juga dia tidak tahu pasti. Arwah itu konon arwah perempuan yang malang. Namun, kata dia, begitulah suasana klenteng Grajen. Sekilas terlihat biasa-biasa saja, tapi sebenarnya banyak kejadian-kejadian gaib yang kerab menjadi bagian mistis klenteng.
Mengapa umat sering berdatangan ke klenteng Grajen? Menurut Hiang Thian, mengenai sejarah berdirinya klenteng ini dia tidak tahu persis. Katanya, secara pasti klenteng Grajen dipugar pada tanggal 14 Maret 1991, baru kemudian diresmikan pada tahun 1993. Daya tarik yang tersimpan dalam klenteng Grajen menurut dia, lantara di dalamnya terdapat bermacam-macam patung dewa yang diyakini sanggup mengabulkan permohonan.
Keberadaan dewa-dewa tersebut yang membuat sawab klenteng Grajen menjadi demikian kuat. Pertama, Dewi Kwan Im Poo Sat yakni Dewi Penolong yang berfungsi untuk menolong seorang perempuan apabila mengalami kesulitan didalam proses kelahiran bayi, dengan cara memintakan air untuk diminum supaya lancar dan cepat melahirkan dengan proses yang selamat.
Kedua, Dewa Thiang Siong Sing Boo yakni, Dewa penguasa laut yang menguasai segala laut yang ada di tanah jawa. Ketiga, Dji Lay Hut yakni wujud lain dari Sidarta Gautama. Keempat, Dewa Bilik yang artinya Buddha tertawa. Kelima, Dewa Hauw Tjiang Kong sejenis patung harimau yang berfungsi untuk menjaga Siang Tee. Keenam, Hok Tek Cing Sing yang artinya Dewa bumi. Ketujuh, Khong Hu Tju Dewa bagi kaum umat khonghucu.
Kedelapan Dewa Deen Koong, yakni dewa langit yang digunakan bagi semua yang datang untuk meminta berkah, apabila sebelum melakukan sholat Magrib. Sedangkan dewa kesembilan adalah Dewa Dee Yo Koong yaitu merupakan juru kunci dari klenteng tersebut. (ais)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Blogosphere News
  • LinkedIn
  • Technorati

Posted in Altar.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.