Skip to content


Selingkuh, Akhir Sebuah Pertunangan

Akhirnya semua harus berakhir, begitu keluh Maya, gadis manis yang tinggal di sebuah perkampungan di Semarang. Jalinan kisah cintanya dengan sang kekasih mesti diputus secepat mungkin. Itu sudah menjadi ketetapan hatinya, karena ia tak bisa menerima perbuatan lelaki yang amat dicintai itu.
Sebut saja namanya Hendro. Hubungan cinta itu sudah berjalan 5 tahun bahkan cincin pertunangan telah melingkar apik di jari manisnya. Kedua keluarga telah merestui percintaan mereka. Tinggal mencari hari baik untuk melangsungkan pernikahan.
Sayangnya harapan indah Maya dalam membina rumah tangga akhirnya kandas. Lantaran ia tahu lelaki itu berkali-kali kepergok selingkuh dengan perempuan lain. Sekali dua kali ia masih bisa memaafkannya. Puncaknya, Maya memergoki Hendro pacaran lagi dengan Ambar, cewek seksi yang berduit, dan ini sudah keempat kalinya.
Apa boleh buat, hilang kesabaran gadis berwajah sendu itu. Lebih baik pisah sekarang, daripada nanti sudah berumah tangga ia dikecewakan. “Masih pacaran saja sudah berani selingkuh, apalagi kalau sudah berumah tangga nanti. Mumpung belum kebacut lebih baik pisah sekarang,” ungkap gadis berlesung pipi itu.
Teman-temannya menyayangkan niatnya memutus Hendro. Siapa tahu kalau sudah nikah nanti ia akan setia. Tetapi Maya sudah kadung hati beku. Ia tidak percaya sedikitpun Hendro akan menghilangkan penyakit selingkuhnya. Malah ia yakin tabiatnya itu akan semakin meraja lela. Tunggu apa lagi, akhirnya ia putuskan pertunangan yang dulu menjanjikan harapan indah ini.
Keputusan yang berbuat pahit itu terpaksa dipilih. Apalagi ia menemukan bukti-bukti otentik perselingkuhan Hendro dengan Ambar yang terjadi berulang kali. Keduanya sering check in di hotel kelas murahan. Itulah keputusan sulit. Semua cinta, perhatian dan kesetiaan sudah diberikan tanpa pamrih. Balasannya sangat mengecewakan. Lantas apalagi kalau bukan segera mengembalikan cincin tunangan itu. Semula Hendro menolaknya. Dan merengek-rengek minta maaf. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu. Sakit, kecewa dan jengkel luar biasa terpendam di hati Maya. Untuk kesekian kalinya, kata ‘tidak’ diucapkan.
Tidak ada maaf atas perselingkuhan itu. Dan, tidak akan hubungan serius lebih lama lagi. Biarlah segala kenangan hanya menjadi puisi yang indah dibaca, tetapi sulit diterjemahkan. Maya memupus semuanya dalam diary biru yang telah usang. Masih ada cinta yang lebih indah, gumamnya. Disana dia melihat kemesraan Hendro dan Ambar. Duh, dunia fana! (cerita kiriman fitri, ungaran, teman dekat maya)

Posted in Cerita Cinta.

0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

Some HTML is OK

(required)

(required, but never shared)

or, reply to this post via trackback.