Skip to content


Kelambu Diganti Datang Angin dan Banjir

** Keramat Makam Syekh Maulana Jalaludin Suyuti

syeh maulana Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, selain terkenal dengan lokasi wisata pemandian air hangat juga terdapat wisata spiritual yang cukup disegani. Tepatnya, sekitar 3 kilometer dari pemandian air hangat, di Desa Lancar, terdapat makam Syekh Maulana Jalaludin Suyuti. Beliau merupakan tokoh penyebar Islam di wilayah Kedu.
Beberapa tahun terakhir ini, makam Syekh Maulana Jalaludin banyak diziarahi orang. Mereka bermaksud ngalap berkah. Mantan presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pun pernah datang ke makam.
Dipaparkan Atmodimedjo, juru kunci, semula makam tidak ada yang merawat. Dan warga setempat tidak mengetahui siapa yang disemayamkan di tempat tersebut. Kemudian ia mendapatkan keterangan dari para kyai dari Kebumen, bahwa makam tersebut adalah Syekh Maulana Jalaludin Suyuti.
“Kyai-kyai keturunannya dari Kebumen pernah mencoba mengganti kain tirai makam. Mereka datang langsung ke makam berusaha mengganti kelambu yang lebih bagus, mendadak matanya kabur. Dicoba lagi yang kedua, tiba-tiba turun hujan lebat disertai angin dan banjir. Kyai tersebut bahkan merasa seperti ditendang. Akhirnya datang ke rumah saya, menyerahkan kain tersebut untuk dipasang,” cerita Atmo ditemui di rumahnya, belum lama ini.
Tidak ada pantangan bagi peziarah. Hanya saja, dia berpesan agar tidak mengganggu bila melihat burung gemak atau puyuh. Begitu juga ketika muncul harimau atau binatang buas lain, agar dibiarkan saja. Sebelum mengunjungi makam, peziarah sangat dianjurkan untuk menemui Atmodimedjo.
Ada kejadian menarik ketika Gus Dur tahun lalu berkunjung ke makam. Bersama rombongan lainnya, dia langsung masuk makam tanpa mampir ke rumah Atmo sebagai juru kuncinya. Begitu tiba di makam mendadak lampu mati. Anehnya, saat diambilkan lampu dari rumah Atmo, kembali lampu menyala. Tidak sedikit masyarakat Wonosobo, Kebumen dan kota-kota lain berziarah. Mereka menginginkan cita-citanya terkabul.
Syekh Maulana Jalaluludin Suyuti termasuk salah satu tokoh penyebar agama Islam. Sampai 7 turunannya menjadi ulama besar dan disegani. “Syekh Jalaludin Suyuti ini konon keturunan Irak. Pada waktu itu masa jaya kerajaan Demak yang dipimpin Raden Patah. Beliau bertemu dengan Syekh Jalaludin Suyuti di Gunung Lawet. Kemudian memerintahkan Syekh Jalaludin untuk menyebarkan agama Islam di Kedu. Akhirnya Syekh menuju ke Kampung Bojongsari Krajan Bandung Kecamatan Kebumen. Menetap di sana dan memiliki satu anak bernama Syekh Jalaludin Chasani,” jelasnya panjang lebar.
Syekh Jalaludin Suyuti meninggal dunia diperkirakan tahun 1518 dan dikebumikan di Desa Lancar. Perjuangan dia dilanjutkan anaknya, Syekh Jalaludin Chasani. Namun Syekh Chasani menetap di Desa Bandung Kebumen. Dia menyebarkan agama Islam pada masyarakat setempat yang semula masih mempercayai animisme dan dinamisme.
Diceritakan Atmo, sampai tujuh keturunan Syekh Suyuti menjadi tokoh-tokoh atau ulama yang getol menyebarkan agama Islam. Syekh Mochammad Yusuf anak dari Syekh Chasani memiliki ilmu laduni. Konon, dia mempunyai murid jin sebanyak 60 ribu dan para bangsawan terkenal.
Ada Jaka Sangkrib yang menjadi muridnya. Tokoh ini kelak menjadi Bupati Arumbinang di Kebumen. Syekh Moch. Yusuf juga mengader para ulama untuk disebarkan ke berbagai daerah. Anak keturunan lainnya adalah Syekh Abdurrohman Awal, Syekh Abdurrohman Sani, Syekh Moch. Irsad, Syekh Abdullah Ansor dan Syekh Abdulfatah. (ais)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Blogosphere News
  • LinkedIn
  • Technorati

Posted in Situs.


5 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. blog-seram says

    Saya ingin bertukar2 link dengan kamu. Sudi2kanlah datang ke blog saya http://blog-seram.blogspot.com/

  2. lare Oseeng says

    setelah membaca semua artikel blog ini, saya sebagai pembaca menilai blog ini sangat bagus. saran saya hanya agar lelalu mengupdate artikel2nya biar yang biasa mengunjungi blog ini ga’ kecewa karena artikelnya sudah pernah dibaca (basi), keberhasilan sebuah blogger dikarenakan mendengar kritikan pembaca betul ga bozz….

  3. yoki says

    setelh membaca ini ternyata kakek saya tidak main2 klo ceita ke saya..ilove u mbah kakung..yoki prastian anak asli desa lancar kalijanggel..ERLASKO.

  4. dwi says

    nah gini dong…akhirnya desa gw jadi terkenal karena ada makam syeh jalaludin..makasih ya…

  5. nitha says

    wah jadi kangen ma lancar,
    apalagi dusun binangun-ngera



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.