Mungkin benar juga orang mengatakan kalau laki-laki itu pandai merayu, biasa obral janji sana-sini. Meski pendapat ini tidak semuanya benar dan belum ada penelitian, jagoan mana antara cewek atau cowok dalam hal percintaan.
Tetapi apa yang dialami Rika adalah fenomena yang membenarkan kalau laki-laki ternyata lebih pintar meluluhkan perasaan dan hati cewek yang disukainya. Walaupun akhirnya Rika harus rela hamil ‘kecelakaan’ dari hasil hubungan asmara dengan Kelik, teman kuliahnya di salah satu PTS di Kota Semarang.
Rika yang tinggal didaerah Muara Mas Semarang pada awal masuk kuliah tahun ajaran baru 2001 kenal dengan Kelik yang tinggal di Telaga Mas Semarang. Kata orang Jawa tresno jalaran saka kulina. Seperti halnya Rika yang sudah terbiasa bergaul dengan kelik, akhirnya jatuh hati kepada lelaki yang telah dikenalnya itu. Mereka berdua tidak berbeda dengan pasangan muda-mudi yang menjalin kasih asmara. Ada acara ngapel, ada jalan-jalan dan sebagainya.
Pada suatu malam minggu, seperti biasa Kelih bertyandang apel kerumah Rika. Malam itu Kelik berinisiatif mengajak Rika keluar muter-muter menikmati suasana Kota Semarang dimalam hari. Kedua orang tuanya pun mengijinkan putrinya berjalan-jalan malam (jjm) dengan Kelik.
Setelah muter sana muter sini berbaur dengan suasana malam minggu Kota Semarang, Kelik mengajak Ika menginap di sebuah hotel yang terletak di Jl. Setiabudi. Rika sebenarnya paham, yang namanya menginap itu tentunya Kelik bermaksud berasik-asik dengan dirinya untuk bercinta alias hubungan suami istri yang belum pernah ia lakukan.
Disinilah Kelik melancarkan jurus-jurus maut rayuan cinta seperti halnya yang dilakukan Patkay dalam serial Kera Sakti di telivisi itu. Tentunya dengan harapan Rika dapat bersepakat melayani dirinya. Kepada Rika, Kelik berjanji akan bertanggung jawab penuh menikahi. Tidak hanya janji itu saja yang terlontar dari rayuan seorang buaya seperti Kelik. Kelik berusaha menyakinkan lagi, kalau sudah lulus nantinya, Rika akan dikuliahkan S2 di Bandung bersama-sama dengannya.
Saking cinta dan percayanya, Rika akhirnya dapat mempercayai semua omongan itu, walaupun keperawananya harus rela tinggal landas. Sejak momentum awal percintaan pada malam minggu itu, kedua insan anak Adam ini sering melakukan hal serupa di tempat-tempat lain.
Satu lagi pepatah Jawa mengatakan wong nandhur kuwi bakal ngunduh ternyata statement ini benar. Rikapun harus memelihara janin yang ada didalam rahimnya alias hamil. Namun apa yang terjadi dengan Kelik dengan janji yang diucapkan kala itu, hanyalah sebuah retorika layaknya omangan seorang politikus ketika berkamnye untuk meraup suara pada Pemilu.
Kepercayaan Rika yang diberikan Kelik kandas sudah ditengah jalan. Pasalnya, lelaki ini seakan lupa saat percintaanya berjalan romantis seromantis cerita Romeo dan Juliet. Kelik melepas tangan begitu saja ketika Rika kedapatan sudah mengandung. Itu terbukti saat gadis manis itu menuntut Kelik untuk bertanggung jawab dengan orok yang ada ada perutnya. Kelik malah menyarankan untuk mengaborsi saja. Jelas, ucapan kekasih yang dicintainya ini ia tolak mentah-mentah. Biar matahari terbit dari sebelah barat sekalipun, Rika tidak sedikitpun terbesit menjadi objek praktek abortus oleh para dukun dan bidan.
Hari demi hari dilaluinya, akhirnya si jabang bayi yang ada di perut itu membesar dan akhirnya harus ‘on air’ ke alam dunia nyata. Namun belakangan Kelik diketahui ternyata telah kabur tanpa meninggalkan jejak. Rika tidak bisa lagi menghubunginya dimana gerangan berada. Korban cinta dari seorang perayu maut ini harus menimang-nimang sendiri anaknya. Tidak ada sang ayah yang menjadi walinya. (cerita kiriman tasya, lampersari semarang)
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









kasina banget ya, harus membesarkan anak’y tanpa adanya kehadiran seorang ayah…….manusia seperti kelik ini lah yang merusak citra seorang laki – laki, karena nila setitik rusak susu sebelanga…..kalau boleh tau semarangnya sebelah mana mas ?
Melepas keperawanan kepada laki2 jangan pernah dilakukan sebelum menikah dgnya. Jika dia mencintai anda, pasti dia akan menjaga kehormatan anda dan keluarga. Andai sudah tidak kuat menahan untuk “menyatu”, menikahlah. Berani menikah juga salah satu bukti apakah dia benar2 mencintai anda. Pilihan sepenuhnya ada ditangan anda.
bnr thu kta jaguars……
Tp yg nama’a nafsu ia g bs jg di tebak !!!