Skip to content


Klenteng Tua untuk Penyembuhan

** Keistimewaan Klenteng Grajen, Semarang (1)
klenteng Identik dengan sebutan Kota Tua. Kota Semarang memiliki banyak bangunan bersejarah mulai bangunan peninggalan pemerintahan Belanda sampai klenteng peninggalan bangsa perantauan Cina yang dikenal, yakni Sam Poo Kong. Selain itu, masih ada puluhan klenteng lain yang tak kalah mistis, diantaranya klenteng Grajen.
Lokasi klenteng tua ini berada di Jl Karang Loo no 203 Semarang. Merupakan salah satu klenteng yang punya keistimewaan sanggup menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dilihat dari sejarahnya warga setempat tidak banyak yang tahu. Termasuk pengurus klenteng sendiri tidak tahu kapan sebenarnya klenteng ini didirikan. Karena, sebagian besar masyarakat sekitar klenteng adalah pendatang, begitu pula pengurus yang menangani klenteng Grajen dari generasi pendatang.
Dalam sejarah perkembangannya, disebutkan pada tanggal 14 Maret 1991 klenteng Grajen mengalami renovasi besar-besaran. Hasilnya bisa dilihat dari bentuk bangunan yang berdiri sekarang ini. Diperkirakan sejak zaman belanda dulu, klenteng Grajen sudah ada. Namun, bentuk dan fungsinya masih belum banyak orang yang tahu. Sebab, dibuat cukup sederhana dan bangunannya apa adanya.
Hingga kemudian mendapat perhatian serius dari para donatur yang berhasil mengembangkan usahanya. Salah satunya diwujudkan dengan merenovasi dan melengkapi klenteng Grajen dengan fasilitas umum, seperti kantin, tempat beristirahat dan kantor. Hanya saja, untuk masyarakat yang ingin melakukan tirakatan di klenteng ini tidak memungkinkan. Sebab, menjelang dini hari pintu klenteng ditutup. Hal itu dimanfaatkan para biokong (penjaga klenteng, red) untuk beristirahat.
Menurut salah seorang biokong, kalau tidak ditutup orang yang mengunjungi klenteng tidak akan ada habisnya. Saban hari tidak kurang puluhan pengunjung datang untuk menyampaikan permohonannya. Mereka tidak cuma dari warga sekitar Semarang, tidak jarang yang datang dari luar kota, seperti Pekalongan, Tegal, Brebes, Demak, Kendal, bahkan Jakarta, Bandung dan Surabaya.
“Orang yang ke sini kebanyakan membutuhkan kesembuhan. Mereka ingin mendapatkan obat yang cocok. Banyak yang mengenal klenteng ini sebagai klenteng obat,” ujar Hengky salah seorang warga Karang Loo kepada misterionline. Klenteng Grajen menurut dia, paling utama dituju masyarakat yang ingin mencari kesembuhan. Di samping mampu untuk mengabulkan permohonan lainnya, termasuk melancarkan usaha dan mendatangkan rezeki.
Segala keinginan pengunjung baik itu yang ingin sembuh dari segala penyakit, ataupun ingin mendapat kesembuhan dari penyakit yang disulit diobati secara medis. Selain itu, ada ramalan tentang peruntungan nasib atau Jiam Sie yang ada di ruang tengah klenteng. Menurut penuturan Hengky, yang datang ke klenteng Grajen bukan hanya umat Khonghucu. Ada juga yang beragama lain datang untuk menyampaikan permohonan.
“Kalau sudah masuk kedalam klenteng yang ada adalah keyakinan. Jadi, mau berdoa dengan cara apa dan rapalan apa terserah. Di sini umat dari berbagai golongan selalu rukun. Tidak ada larangan apapun,” ungkapnya. Wajar jika pengunjung begitu menapakkan kaki ke dalam klenteng merasa hawa kusyuk dan tenang.
Sedangkan syarat khusus yang dibawa oleh seluruh umat yang datang di klenteng Grajen ini, umat Khonghucu biasanya membawa makanan, berupa bakpaou, buah pisang dan lain-lain. Bagi masyarakat Jawa biasanya mereka membawa kembang dan menyan. (ais/bersambung)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Blogosphere News
  • LinkedIn
  • Technorati

Posted in Altar.


One Response

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. ari kwanadi says

    memang klenteng grajen tersohor karena banyak umat budha yang merasakan manfaat dengan banyak nya pertolongan yang mereka dapat dari klenteng itu,mereka biasa memohon kepada maha dewa hian tian shang tee yang mempunyai kedudukan tinggi di alam dewa



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.