Penggemar Misterionline.com salahkah aku bila jatuh cinta untuk yang kedua kalinya? Atau dosakah bila aku harus mengalami puber kedua? Jujur aku tak kuasa untuk menghindarinya.
Kalau boleh aku ingin berbagi cerita dengan penggemar Misterionline.com. Aku ingin membagi rahasia yang sudah hampir 7 tahun ini aku simpan. Tono -sebut saja demikian- suamiku tidak tahu rahasia ini. Sebut saja aku Tini, sekarang usiaku 42 tahun dan kisah ini terjadi saat usiaku 35 tahun. Dan usia perkawinan kami menginjak tahun ke-10.
Sebenarnya sebagai seorang istri, segala kebutuhanku tercukupi bahkan cenderung melimpah. Materi ada karena suamiku punya usaha toko oli yang cukup besar. Cinta pun melimpah, karena suamiku selalu mesra setiap saat padaku.
Tuhan mengaruniakan 2 anak yang lucu dan pintar. Namun apalah artinya semuanya bila panah sang dewi cinta sudah menusukku. Bermula pada acara pertemuan keluarga suamiku. Aku bertemu dengan seorang pria paruh baya usianya 10 tahun lebih tua dari aku, namanya Mas Guntur.
Dia masih famili jauh suamiku dari pihak istrinya. Namun karena istrinya sudah meninggal maka dia jarang kumpul dengan keluarga kami. Singkat saja, sejak pertemuan itu ada desiran halus yang mengisi relung jiwaku. Saat kutatap mata teduh itu aku merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan.
Mas Guntur ternyata pribadi yang menarik. Ia jadi sering berkunjung ke rumahku. Dan tak kami sadari, muncul benih-benih sayang itu. Aku sering kangen bila Mas Guntur lama tidak berkunjung. Dan karena kenekatanku aku memintanya untuk datang sekedar mampir.
Ternyata Mas Guntur pun merasakan hal yang sama. Kami saling jatuh cinta. Oh Tuhan apa ini yang akan terjadi padaku? Tanpa sepengetahuan suamiku kami sering bertemu. Sekedar makan siang ataupun ketemu di rumah dan saling curhat.
Kalaupun Mas Toni tahu kami bertemu, dia tidak pernah curiga. Hingga suatu saat dosa itu terjadi. Saat kami usai makan siang aku diajak mampir untuk menemaninya bertemu dengan relasi di sebuah hotel terkenal.
Dan entah setan apa yang merasuki kami. Tiba-tiba kami ingin melakukan hubungan intim itu. Oh Tuhan, jangankan melakukannya, sekedar berkhayalpun aku sudah berdosa. Aku seperti hina di hadapan suamiku. Akhirnya keputusanku bulat, aku harus mengakhiri dosa ini. Walaupun aku harus kehilangan perhatian dan mata teduh Mas Guntur.
Suatu siang aku utarakan niatku untuk menyudahi hubungan ini. Meski berat Mas Guntur dengan bijak memahamiku dan merelakan perpisahan ini. Yah, pembaca akhirnya aku bisa lepas dari zina itu, setelah sekitar 5 bulan aku jatuh cinta. Dan merasakan puber kedua dengan Mas Guntur yang masih terhitung famili suamiku.
Maafkan aku suamiku, maafkan aku anak-anakku, namun jangan sampai kalian tahu dosaku. Biarkan aku minta pengampunan Tuhan untuk menebus dosa ini.
Dan semoga kisah ini menjadikan peringatan bagi ibu-ibu yang lain. Jangan sekali-sekali main api dengan perkawinan. Tuhan tidak akan membiarkan dosa itu. (cerita ratih, lenteng agung, Jakarta)
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.