Skip to content


Jika Anda Alergi Kondom

“Ah, enggak enak. Enggak nikmat. Polos aja, ya sayang”. Sebagai lelaki Anda mungkin pernah ngomong begitu ketika pasangan meminta Anda memakai kondom. Mungkin begitu cara halus untuk menolak pamakaian ‘sarung penis’ ini.

BANYAK alasan mengapa orang enggan memakai kondom. Umumnya mereka mengatakan, pakai kondom kurang nikmat, karena penis tak bergesekan langsung dengan vagina. Sebaliknya, banyak pula alasan mengapa perempuan meminta lelaki pasangannya memakai kondom. Salah satunya untuk mencegah kehamilan. Ada juga demi keamanan (kesehatan) baik karena takut terhadap kemungkinan terkenan penyakit menular seksual atau HIV/AIDS.
Yang jelas, jika suatu ketika Anda menolak memakai kondom, yakinkan pasangan agar dia tak punya asumsi jelek. Apalagi bila alasan Anda enggan memakai kondom karena pernah mengalami iritasi setelah memakai ‘sarung’ pengaman tersebut.
Kondom sebagaimana benda lain yang terbuat dari lateks, bisa menjadi penyebab timbulnya alergi dari yang ringan hingga berat. Ada yang penisnya gatal-gatal kemerah-merahan, atau bahkan bengkak sehabis menggunakan benda tersebut. Pertanyaannya, mengapa bisa terjadi alergi atau iritasi kulit penis karena kondom? Simak uraian berikut ini, mengenai sebab terjadinya iritasi atau alergi akibat kondom.
Kondom yang Anda gunakan mungkin tidak mengandung lubrikan (pelicin) yang cukup, sehingga ketika ‘bekerja’ timbul luka akibat gesekan antara kulit penis dan karet. Biasanya timbul rasa perih segera setelah hubungan intim. Kalau Anda yakin bahwa penyebabnya karena hal ini, tambahkan larutan pelicin sebelum Anda memakai kondom. Sedikit saja, sebab jika terlalu banyak kondom dapat terlepas tanpa terasa ketika sedang ‘bekerja’.
Alergi juga bisa timbul terhadap nonxynol-9, yakni cairan spermisida (pembunuh sperma) yang terdapat pada kondom. Periksalah pada label pembungkus kondom, apakah kondom yang Anda pakai mengandung cairan ini atau tidak. Jika ‘ya’, gantilah dengan kondom yang tidak mengandung spermisida. Asal tidak sobek atau bocor, kondom tetap memiliki efektivitas yang sama.
Alergi lainnya umumnya timbul karena aroma tambahan yang menjadi campuran kondom. Aroma yang notabene merupakan bahan kimia tersebut dapat membuat kulit penis menderita peradangan (iritasi). Sebaiknya ganti kondom dengan jenis atau merek lain yang sama sekali tidak beraroma..
Banyak orang menduga alergi terhadap lateks (bahan baku kondom) hanya mengenai perempuan. Padahal tidak selalu demikian. Lelaki pun dapat mengalami hal yang sama. Jika rasa gatal atau radang yang Anda derita karena alergi lateks, gantilah kondom tersebut dengan kondom non lateks, seperti kondom kulit kambing dan kondom PVC.
Tapi ingat, kondom kulit kambing tidak dapat mencegah penularan kuman penyakit kelamin sedangkan kondom PVC – biasa dijual dengan merek Avanti – memiliki efektifitas yang sama dalam mencegah penularan penyakit kelamin.
Namun, mungkin saja ada lelaki yang alergi terhadap kondom jenis atau merek apa pun, baik itu yang terbuat dari lateks, pvc, maupun kulit kambing. Jika demikian, tak ada salahnya jika Anda menggunakan metode lain, misalnya ‘senggama terputus coitus interuptus. (den for 17+)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Blogosphere News
  • LinkedIn
  • Technorati

Posted in Sekse.


2 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. L says

    saya mau nanya dan minta jawabannya nih..kira2 ada nggak ya perempuan yang alergi sama kondom? atau efek samping kondom bagi vagina? thanks..

  2. Darkman says

    Mau tau jawabannya?Mending kita praktekin aja yuk.Nanti kamu akan tau jawabanya.Kalau kamu mau.Krm aja pesan ke email aku at supreme12366@yahoo.com.Serius ni



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.