** Korban Miras Oplosan Diduga Bertambah
SEMARANG- Minuman keras (miras) oplosan gingseng racikan Yalis Setyaningsih alias Mbak Lis yang diduga menyebabkan 15 orang tewas masih dalam penyelidikan petugas. Upaya mengungkap penyebab kematian para korban, Rabu (21/1/2009) kemarin, petugas membongkar kubur salah satu korban miras oplosan, Waluyo di Waluyo (47) warga Jalan Petek Semarang Utara di TPU Lemuru Boom Lama Kuningan Semarang Utara. Benarkah dia tewas akibat miras oplosan?
Seperti yang direncanakan, Rabu siang kemarin aparat Polres Semarang melakukan pembongkaran makam Waluyo di TPU Lemuru Boom Lama Kuningan Semarang Utara. Korban diduga tewas akibat menenggak miras oplosan Mbak Lis. Acara pembongkaran berlangsung lancar dengan disaksikan oleh puluhan
warga setempat, termasuk kakak kandung Waluyo, Sri Setyowati (49)
warga Jalan Purwogondo II Dadapsari Semarang Utara, dan beberapa
kerabatnya.
“Pembongkaran kuburan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan.
Selain itu, juga atas persetujuan keluarga almarhum Waluyo,” ujar
Kapolres Semarang Timur AKBP Benone Louhenapessy, SIK. Setelah mayat Waluyo berhasil diangkat ke permukaan, ditempat itu langsung diotopsi yang dipimpin oleh Kompol dr Hastri, dari RS Bhayangkara Semarang. Setelah melakukan pemeriksaan sekitar 1 jam, jenazah Waluyo langsung kembali dikubur.
Dalam kesempatan itu, petugas dari Labfor Polri Cabang Semarang mengambil beberapa organ tubuh diantaranya adalah darah Waluyo untuk diperiksa lanjut. “Petugas mengambil beberapa item dari tubuh Waluyo. Kami tidak tahu pasti apa saja, namun diantaranya adalah sampel darah,” terang Kapolres.
Ditanya soal jumlah korban yang sudah resmi melapor ke polisi, Kapolres mengatakan hingga saat ini baru satu orang, yaitu kelurga Imam. Dan untuk kepentingan penyidikan, jenazah Imam juga sudah diotopsi. Namun demikian, polisi tidak tinggal diam. Artinya, polisi akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
Apalagi, ia juga tidak mengelak dengan adanya kabar yang berkembang bahwa jumlah korban yang meninggal dunia karena meminum miras oplosan tersebut juga terus bertambah. “Kita akan dalami terhadap semua informasi yang ada. Termasuk informasi adanya korban lain yang belum terdata,” terang Kapolres.
Sementara itu, Sri Setyowati, kakak kandung Waluyo disela-sela menyaksikan pembongkaran kuburan mengatakan, bahwa Waluyo boleh dibilang hidup sebatang kara. Hidupnya tidak menentu alias gelandangan. Sebetulnya dia masih punya istri dan satu orang anak.
Hanya saja, istrinya yang bernama Mukinar (46) sudah lama pergi
meninggalkannya dan menjadi TKW di Malaysia, sedangkan anaknya, Ana
(20) juga sudah menikah dan sudah pisahan dengan suaminya dan juga
pergi entah kemana. “Kasihan dia. Dia ditinggal pergi anak dan istrinya,” terang Sri Setyowati.
Hanya saja, Sri Setyowati mengakui bahwa adik kandungnya itu memang pemabuk berat. Setiap hari Waluyo selalu nenggak minuman keras. Dan, Minggu siang tiba-tiba dia menemukan adiknya sekarat di sebuah pos kamling tak jauh dari rumahnya. Selanjutnya, Waluyo langsung dibawa pulang ke rumahnya di Purwogondo II.
Sekitar pukul 17.15, Waluyo meninggal dunia di rumahnya. “Kami tidak sempat membawanya ke rumah sakit,” katanya. (saf/tah)










0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.