Skip to content


Asmaragama Tanduk ‘Sakti’ Unicorn

Ada salah satu benda bertuah yang dipercayai mampu merekatkan cinta kasih nan abadi. Dulu, benda ‘sakti’ ini sering digunakan para pendeta Druid di Skotlandia dan Irlandia. Berupa tanduk Unicorn (sebangsa kuda, red) yang bentuknya menyerupai alat kelamin laki-laki. Oleh pendeta Druid benda ini kali pertama mereka populerkan.
Kebiasaan pendeta Druid menggunakan tanduk Unicorn sebagai media untuk menggelar upacara ritual meminta bantuan finansial pada setan. Bangsa Eropa menggambarkan tanduk ini punya hubungan erat dengan simbol kekuatan seks bagi kaum laki-laki yang ampuh. Dirupakan seperti seekor kuda betina berbulu putih yang menurut keyakinan mereka sebagai pelambang keperawanan.
Tanduk Unicorn sekaligus sebagai pelambang kebinalan perempuan cantik saat menikmati seks di atas ranjang. Sehingga kaum pria perlu resep khusus untuk menaklukan si “kuda” tersebut. Masyarakat Eropa memitoskan tanduk ini memiliki keampuhan jika ‘digerakan’ kaum laki-laki untuk menaklukan lawan jenis.
Di daratan Eropa sejak berabad-abad lampau orang mengenal tanduk Unicorn punya banyak macam dan jenis. Ada tanduk banteng, kambing, rusa, sapi, kerbau, serta menjangan atau kijang. Akan tetapi, semua tanduk dari binatang buas itu, tidak memiliki sawab layaknya Unicorn. Setelah hewan bertanduk itu mati, keberadaan dari tanduknya tak lebih baik dari sekedar barang hiasan yang dipajang di tembok-tembok rumah penduduk.
Kesaktian dari tanduk yang bentuknya menyerupai alat kelamin pria ini, selain menggugah asmaragama manusia juga diyakini bisa mendatangkan uang setelah melalui ritual khusus. Pendeta di wilayah Skotlandia dan Irlandia, adalah orang pertama yang memakai sarana tanduk ini untuk mendatangkan uang lewat bantuan setan itu. Caranya, dengan mengadakan upacara ritual di tempat-tempat keramat.
Sebab menurut keyakinan mereka, simbol tanduk Unicorn ini, bisa menawarkan beberapa jalan keluar secara mistik, terkait dengan masalah keuangan tersebut. Sehingga untuk mendapatkan uang, tak perlu bekerja keras sampai berkeringat yang membasahi sekujur tubuh. Tragis memang. Tapi itulah kenyataan yang diyakini akan kebenarannya oleh para pendeta Druid.
Uniknya lagi, lantaran bentuknya yang menyerupai alat kelamian pria itu, ada yang menamai tanduk bertuah ini dengan sebutan tongkat sihir peri atau tongkat Leprechaun juga tanduk Italia. Ini semua terkait dengan mitos semasa negeri ini masih berusia muda, muncul berbagai kerajaan keramat di daratan Eropa yang disimbolkan sebagai negeri dongeng.
Yang terkenal dengan rajanya yang jujur dengan permaisuri dan anaknya yang cantik. Akan tetapi, di lingkungan kerajaan yang damai itu, dimunculkan sosok tukang sihir berperangai jahat yang kerjaannya suka mencelakakan orang. Dengan menggunakan ajian tongkat saktinya, dirinya bisa mengubah wujud manusia menjadi seekor binatang atau yang lain. Jelas, kehadiran si tukang sihir ini membuat warga istana menjadi ketakutan.
Selain itu, mitodologi Indian mengatakan, karena bentuk tanduk melengkung mereka menggunakan sebagai kalung di leher. Namun, manfaat yang didapatkan sama seperti anggapan orang Eropa. Di mana simbol Unicorn berhubungan dengan persoalan seksualitas, sekaligus merupakan sebuah simbol kekuatan laki-laki dalam melakukan hubungan intim.
Ungkapan lain digambarkan dengan lukisan seorang gadis bertubuh seksi yang penuh dengan daya pesona. Seperti halnya lukisan Monalisa karya pelukis agung asal Italia, Leonardo Danfinci. Yakni, sebuah benda yang mengundang misteri tak terpecahkan sampai sekarang itu. Tanduk Unicorn memiliki keramat terlampu tinggi dan tidak ditemukan pada benda serupa lainnya. Pun, untuk menemukan benda sakti ini juga amat sulit.
Sementara legenda Unicorn sendiri sudah terdapat dalam kisah kaum Nasrani, Islam, Cina, dan Indian yang mana setiap negara maupun agama punya cara berbeda dalam mengaktualitaskan kegunaannya. Meski demikian rata-rata mengansumsikan tanduk ini sebagai kekuatan untuk menaklukan birahi lawan jenis. Terutama melanggengkan cinta kasih sekaligus dengan kekuatan-kekuatannya. (mus/db)

Posted in Mitos.

0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

Some HTML is OK

(required)

(required, but never shared)

or, reply to this post via trackback.