Sebuah pohon Walitis (Eucaliphtus) berukuran raksasa tumbuh tegap di arael Perhutani Kemloko Temanggung, Jateng. Boleh jadi merupakan pohon terbesar di daerah itu. Bahkan, pohon yang diperkirakan telah berumur ratusan tahun itu sampai sekarang makin dikenal karena kekeramatannya.
Dibalik kekeramatan pohon raksasa itu, kabarnya, tak jarang dari pohon yang satu ini sering muncul berbagai kejadian aneh. Pohon itu tumbuh di areal Perhutani Petak 24 F RPH Kemloko BKPH Temanggung, tepatnya masuk Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Temanggung. Tampaknya merupakan satu-satunya pohon jenis itu yang masih tersisa dan hidup di lereng gunung Sumbing bagian timur.
Menurut penuturan warga sekitar, di areal Perhutani Petak 24 F ini memang tak ditemukan pohon Walitis raksasa yang sekarang masih berdiri dengan kokoh serta cukup dikeramatkan. Sedangkan tanaman yang tumbuh di areal ini di antaranya pohon-pohon jenis pinus dan cemara.
Masyarakat Desa Jatis, Kecamatan Selopampang, Temanggung rata-rata menganggap bahwa pohon Walitis itu merupakan pohon yang terbesar dan tertinggi di areal Perhutani tersebut. Anggapan itu kiranya tak terlalu mengada-ada.
Sebab, bersama beberapa warga melihat langsung keberadaan pohon tersebut diperkirakan ukuran lilit batang paling bawah pohon Walitis itu sekitar 75 meter. Sedangkan ketinggiannya mencapai tidak kurang daro 50 meter.
Pohon raksasa ini memang mudah dikenali bagi orang-orang yang ingin mendekatinya. Tampak menjulang tinggi di antara pepohonan lainnya yang tumbuh di sekitarnya. Dari Jetis pohon yang masih cukup dikeramatkan ini pun sudah bisa dilihat secara jelas.
Tapi, sayang mendekati lokasi tumbuhnya pohon raksasa itu memang tidak mudah. Jarak tempuh dari kota Temannggung sekitar 25 km ke selatan, 5 km di antaranya harus melewati jalan bebatuan menanjak menuju Desa Jetis. Masih dilanjutkan dengan melewati jalan setapak sejauh 6 km. Selama melewati jalan ini hanya kendaraan roda 2 yang bisa masuk.
Kondisi sekitar pohon Walitis yang terletak di pos pertama jalan masuk ke Gunung Sumbing dari arah timur ini memang terawat cukup baik. Sejauh ini warga Desa Jetis memang merawatnya dengan sukarela. Itu dilakukan semata-mata karena di sebelah pohon ini terdapat pos penjagaan yang tak jarang digunakan oleh warga setempat untuk istirahat ketika membawa kayu ataupun hasil tanaman tembakau dan lainnya.
Di sisi lain, masyarakat yang selama ini masih tetap merawat pohon maupun sekitar lokasi tumbuhnya. Pohon Walitis itu memang dianggap sangat keramat. Hal itu dibuktikan adanya kemunculan kejadian aneh yang dipercaya sebagai ulah lelembut penunggu pohon. “Memang banyak sekali kejadian yang muncul dari pohon keramat itu,” tutur Wiyoto (67) sesepuh Desa Jetis.
Sebagai bukti kekeramatan sekaligus keangkeran pohon Walitis itu, lanjutnya, kenyataanya sempai skearang tak ada satupun orang yang berani menebangnya. “Ketakutan warga tak berani menebang itu sudah berlangsung sejak jaman dulu. Generasi sekarang pun tetap patuh dengan larangan itu dan tak ada yang berani mencoba melanggarnya,” imbuhnya.
Dikatakan Wiyoto, sebenarnya dulu jumlah pohon Walitis itu tidak hanya satu seperti yang tersisa dan tumbuh sekarang ini. Melainkan ada sekitar 10 pohon. Anehnya, semua jenis pohon Walitos itu dianggap angker.
Dalam perkembangannya, entah karena apa sekitar tahun 1952 semua jenis pohon Walitis itu ditebang habis oleh salah seorang sesepuh sekaligus ahli laku Desa Jetis, Mbah Marni. Tentu saja sebelum melakukan penebangan terhadap pohon-pohon angker itu terlebih dahulu mengadakan ritual khusus.
“Anehnya, dalam proses penebangan waktu itu ternyata pohon Walitis yang sekarang masih tumbuh itu ternyata tak mau ditebang. Ini jelas menunjukkan keangkerannya yang tidak boleh dianggap enteng,” ujar Romadi (35) salah seorang warga Jetis.
Perihal keangkeran pohon itu, lanjut dia, salah satunya memang didasari bahwa satu-satunya jenis pohon Walitis yang tumbuh di Perhutani Petak 24-F itu telah berumur ratusan tahun. Soal kepastian umur pohon ini rata-rata warga Desa Jetis memang tidak ada yang tahu persis. ”Rata-rata warga hanya bisa mengatakan bahwa pohon itu telah berumur ratusan tahun. Dikatakan demikian, karena sejak jaman kakek-kakek saya katakan pohon Walitis itu sudah ada,” tambahnya. (ais)
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









GAK SEERRRRUUUU…!!!
gada gambarnya segh!! TAE….!
hvz LUV sall
gambarnya, minta gambarnya donk…
bagus itu ga boleh di tebang..
hikmahnya pohhonnya bisa buat suasana ga panas . PARU2 DESA wkowkowkowko
XD