Orangtua biasanya sedih melihat nilai IQ anak yang rendah. Namun jangan dulu resah dan gelisah. Para peneliti mengatakan bahwa intelligence quotient (IQ) seseorang, adalah hasil dari sebuah lingkaran pengaruh terus menerus yang melibatkan baik gen dan lingkungan. Dan bahwa pengukuran ini akan berubah terus seumur hidup. Jadi bisa saja nilai IQ Anda berubah saat dilakukan tes ulang.
Para peneliti dari dari University of Otago di New Zealand mengembangkan sebuah model matematik untuk mengungkap kerumitan interaksi alam dan asuhan itu. Mereka mendapatkan kenyataan bahwa suatu perubahan kecil dalam lingkungan dapat membawa dampak yang sangat besar dan cepat terhadap IQ, namun dampak seperti itu dapat terbukti tidak berlangsung lama.
Sebagai contohnya, mereka menemukan bahwa orangtua yang menempatkan seorang anak dalam lingkungan pra-TK yang merangsang otak mungkin saja melihat kenaikan yang cepat dalam IQ anak mereka.
Namun, mereka juga bisa menemukan bahwa kenaikan ini dapat hilang begitu si anak meninggalkan lingkungan tadi, bila lingkungan yang baru kurang menantang dan tidak mendukung.
Dalam apa yang disebut oleh para peneliti sebagai efek bola salju, seseorang yang mungkin hanya sedikit lebih “beruntung” secara genetika dibanding orang biasa dapat memiliki akses lebih mudah ke dalam situasi sosial maupun pekerjaan yang melibatkan rangsangan intelektual lebih tinggi dari biasanya.
Orang tersebut kemudian akan termotivasi untuk mencari lebih banyak hal. Dia mungkin akan menentukan tingkat yang lebih tinggi untuk tujuan pendidikan dan yang berhubungan dengan pekerjaan, yang akan menghubungkan mereka dengan orang-orang yang berpikiran sama. Sebagai hasilnya adalah sebuah lingkaran IQ menanjak yang didorong baik oleh gen maupun keadaan.
Dengan kata lain, sebuah keuntungan kecil IQ mengarah pada lingkungan yang menguntungkan bagi sifat tersebut, yang mengarah pada IQ yang lebih baik, yang lalu mengarah pada lingkungan yang lebih baik, begitu seterusnya. Demikian hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychological Review edisi April 2001.
Yang sangat menarik untuk terus diseleidiki dari penelitian ini adalah potensi berkembangnya skor IQ seorang anak yang memiliki kelemahan Intelegensi. Artinya Anak tersebut bisa saja menjadi lebih maju jika berada dilingkungan yang lebih baik dari lingkungannya selama ini.
Namun demikian paraahli sayanganya masih belum mau dan sanggup meneliti tantangan itu sebab penelitian yang terdahulu saja sempat mengalami kendala financial yang cukup hebat. (mus)
Konsultasi
-
Punya problem asmara, bisnis macet, hutang menumpuk, PIL/WIL, karir, diguna-guna Pilkada, belum punya keturunan, penyakit, dll...
Konsultasi di sini
Arsip
- July 2010 (1)
- May 2009 (6)
- April 2009 (9)
- March 2009 (27)
- February 2009 (13)
- January 2009 (30)
- December 2008 (36)
- November 2008 (21)
- October 2008 (33)
- July 2008 (1)
- June 2008 (5)
- May 2008 (66)
- April 2008 (69)
- March 2008 (27)
- 0 (1)










One Response
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.
haii
mau tanya jknp bisa adsendse bahasa indo gak takut dibanned??