**Misteri Pohon Kleco di Petilasan Keraton Kartasura
Pohon yang satu ini diperkirakan usianya sudah lebih dari satu setengah abad. Terletak di Petilasan Keraton Kartasura, di Sukoharjo. Selain sudah sangat tua usianya, pohon ini juga disebut-sebut sebagai tempat yang sangat angker. Sebagai bukti, di sekitar pohon ini sering muncul sosok bayangan yang amat menyeramkan. Sejauh mana keangkerannya?
Sisa-sisa kebesaran Keraton Kartasura Hanidingrat yang nota bene sebagai kelanjutan Dinasti Mataram Islam sampai sekarang masih bisa dilihat. Meski setelah runtuh akibat pemberontakan RM Garendi (Sunan Kuning) yang didukung oleh kaum etnis Cina dan selanjutnya dipindah ke Sala dan menjadi Keraton Kasunanan Surakarta.
Sisa-sia keraton itu amat memperihatinkan. Yang terlihat nyata adalah bekas tembok benteng yang saat ini masih berdiri kokoh, sementara bangunan yang berada di dalamnya nyaris rata dengan tanah.
Dari sisa-sisa petilasan keraton yang ada itu, ternyata didapati beberapa tempat di dalam tembok benteng petilasan Keraton Kartasura yang sampai sekarang masih dianggap sangat angker. Di antaranya adalah makam Kanjeng Ratu Sedah Mirah, bekas Cepuri, lokasi benteng jebol maupun keberadaan pohon Kleco.
Sebagai sebuah tempat yang memiliki yoni atau sawab tinggi, makanya tak jarang banyak orang snegaja mendatangi salah satu tempat tersebut untuk menjalani laku spiritual tertentu sekaligus sebagai wahana ngalab berkah.
Khusus untuk pohon kleco yang letaknya di sebelah utara bangunan masjid di dalam kompleks keraton dan tak jauh dari gapura masuk ini memang bisa dibilang sedikit orang yang mau mendatangi untuk tujuan ritual tersebut.
Rata-rata alasannya cukup sederhana, sungguh sangat besar godaannya. Tak heran bila pengunjung yang mau melakukan olah batin lebih memilih tempat lain. “Memang demikian adanya, pohon Kleco ini memang sungguh sangat angker hingga menyebabkan orang tak berani ngelakoni di tempat ini,” ujar Haris Kerti Hastana, juru kunci petilasan Keraton Kartasura sembari menjelaskan bahwa pohon Kleco itu usianya lebih dari 150 tahun.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang warga Kartasura yang mengaku pernah menjalani laku spiritual di dekat pohon Kleco, Sumadi (55), bahwa tingkat keangkeran pohon yang sudah tua ini memang sangat luar biasa. Sehingga tidak jarang orang yang tengah menjalani tirakat akan mengalami kegagalan, karena takut.
“Gangguan yang datang dari pohon tua ini memang sangat luar biasa. Misalnya saja secara tiba-tiba pohon Kleco itu seperti bergoyang-goyang sendiri atau mau roboh. Selain itu juga sering muncul seekor gajah, landak, ular besar, dan, wewujudan lainnya yang amat menyeramkan,” ujarnya.
Sumadi menuturkan, dari ritual yang pernah dilakukannya beberapa waktu silam yang mengambil lokasi di dekat pohon Kleco itu memang menunjukkan fenomena itu. Selama proses laku spiritual yang dijalaninya memang dijumpai beberapa godaan dan gangguan yang datangnya silih berganti dan membuat ketakutan sendiri.
“Kenyataan seperti itu banyak diakui orang-orang yang menjalani laku serupa. Dan, waktu itu, saya hampir tidak kuat menghadapi gangguan tersebut,” ujarnya sambil memberi kesimpulan bahwa siapa saja yang kuat berarti apa yang diinginkan akan terkabulkan.
Haris membenarkan penuturan itu. Perihal keangkeran pohon Kleco yang tak diragukan lagi itu pada kenyataannya memang sering dialami banyak orang yang kebetulan memasuki kompleks petilasan keraton Kartasura. Rata-rata orang yang menjalani tirakat di pohon angker mengaku tak kuat akan godaan yang datangnya silih berganti. “Sebagai wujud godaannya memang bermacam-macam. Ada yang secara tiba-tiba melihat seekor ular besar di dekatnya ataupun sosok yang sangat menyeramkan,” katanya.
Lebih jauh dikatakan, keangkeran pohon Kleco ini sebenarnya diyakini sebagai tempat bersemayam Eyang Pragota, danyang yang mbaurekso petilasan keraton. Karena keangkerannya ini pula sebenarnya yoni pohon Kleco ini tak kalah jauh dari keberadaan makam Kanjeng Ratu Sedah Mirah yang letaknya tak terlalu berjauhan.
“Bagi orang-orang yang hendak menjalani tirakat di pohon tua ini mestinya didasari dengan hati dan niat yang bersih. Sebab, jika tidak godaannya akan semakin berat,” imbuhnya.
Di lokasi petilasan selain pohon Kleco, salah satu situs yang tak kalah keangkerannya adalah pohon beringin yang usianya juga sangat tua. Ditengarai pohon ini menandai jika dulunya di situ terdapat Cepuri. Lokasi bekas Cepuri ini dekat dengan bekas benteng jebol yang pada akhirnya tidak luput dari serbuan orang yang hendak ngalab berkah. (mus)










One Response
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.
kalau blh mnta almt nya dong? trims