**Keramat Goa Ratu di Pulau Nusakambangan
Keajaiban terjadi di dalam goa Ratu yang terletak di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Di goa ini terdapat batu Gondomayit yang mengeluarkan asap setiap malam Jumat Kliwon dan 1 Suro. Konon karena pada malam itu para lelembut sedang mengadakan rapat. Hal ini diperkuat adanya altar di sebelah kiri pintu masuk goa Putri menuju Batu Gondomayit. Altar seluas 2 X 3 meter ini sejak dulu dipercaya menjadi salah satu ruangan pertemuan para lelembut dari berbagai kerajaan gaib.
Berkat keajaiban yang terjadi mayarakat menganggap batu ini memiliki tingkat kekeramatan yang tinggi. Apalagi setiap malam Jumat Kliwon dan 1 Suro selalu mengeluarkan asap yang disertai bebauan yang bikin buluk kuduk orang yang menyaksikan merinding. Karena itu pula setiap malam tertentu ini banyak para pengunjung ingin mencoba menyaksikan asap sekalian merasakan bebauan,
Berdasarkan pengalaman pengunjung yang pernah merasakan sendiri bau asap itu, sering kali menebar bau busuk mirip bangkai manusia (mayit). Karena itu oleh masyarakat yang menetap di sekitar goa, batu itu lantas dinamakan batu Gondomayit (berbau mayit, red). Keajaiban lain yang tak ditemukan di batu lain, adalah bentuknya yang mirip seperti pohon beringin berwarna putih. Di atasnya juga terdapat batu-batu kecil berbentuk pohon beringin kecil yang menempel pada dinding goa.
Di sebelahnya terdapat stalagtit dan stalagmit menghiasi ruangan utama itu. Batu Gondomayit menyisakan ruang mistis yang sangat besar. Letak Batu Gondomayit di salah satu altar dalam goa Ratu. Jarak dari mulut goa Ratu sekitar 20 M. Jalan-jalan yang sempit dan bekelok-kelok membuat waktu tempuh terasa lama. Belum lagi, cahaya atau penerangan alam goa ini masih minim. Maka penerangan tambahan sangat diperlukan untuk menuju ke Batu Gondomayit.
Para lelembut yang telah menguasai kawasan ini selain menampakkan wujud asli ada juga yang menampakkan wujud benda. Lain waktu sesosok manusia ataupun hewan kerap kali muncul dan kemudian menghilang di kegelapan. Oleh masyarakat, selama makhluk ini tidak diganggu, maka dia tidak akan mengganggu manusia. Karena wujud manusia atapun hewan yang biasanya berupa macan ini adalah jelmaan danyang penunggu di kawasan itu.
Jika pas malam Jum’at Kliwon atau malam 1 Syuro banyak pengunjung berduyun-duyun mendatangi kawasan angker ini. Banyak diantaranya yang melakukan tirakat dan bertapa. Hal itu disebabkan pada malam itu para makhluk ghaib penunggu sengaja berkumpul di sekitar Batu Gondomayit.
Itu bisa dirasakan dari hawa mistis yang tertebar baik malam maupun siang hari. Di tempat ini selain terdapat lorong utama, sesak dan licin, tempat Batu Gondomayit juga terdapat lorong kecil dan gelap. Lorong gelap ini dikabarkan adalah jalan menuju ke goa Putri atau Keputren. Namun, jarak yang harus ditempuh sekitar 2 Km. Akhir dari goa Putri ini dikisahkan mencapai kepala putri yang sedang tidur.
Menurut masyarakat asli Nusakambangan, bentuk jalan menuju ke goa Putri ini digambarkan seperti lekukan seorang putri yang sedang tidur. Betapa susahnya dan berliku-likunya jalan menuju ke goa Putri. Belum lagi halangan berupa makhluk ghaib yang menghadang menjadikan kawasan angker ini tidak boleh diabaikan.
Cerita Batu Gondomayit kadang kala dapat mengusik keingintahuan orang-orang untuk sekedar mencoba keangkeran batu itu. Maka, setiap malam keramat, banyak sesaji terdapat di sekitar Batu Gondomayit ini. Sesajian ini pada umumnya dimaksudkan untuk memberikan makanan kepada danyang sebelum danyang itu bekerja memperoleh wangsit yang nantinya akan diberikan kepada sang pemberi sesaji.
Letak Batu Gondomayit terletak dalam goa Ratu dan berada persis di kepulauan tengah laut selatan. Keheranan tidak hanya sampai di situ, namun, akan bertambah lagi dengan keberadaan LP (Lembaga Pemasyarakatan) atau penjara bagi penjahat yang terkenal seram karena dikepung laut dan hutan belantara. Di tempat inilah sebagian narapidana tinggal dan menyisakan kepedihan mendalam bagi kawasan angker itu.
Dengan keadaan seperti ini tentunya juga menjadi sumber penghasilan tambahan bgi penduduk Nusakambangan itu. Selain keberadaan tempat angker juga sebagai magnet daya tarik wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata ini. Berbagai macam aneka pernak-pernik dijual dan disediakan oleh penduduk setempat di sini.
Tapi kebanyakan adalah berupa batu akik. Konon kabarnya batu akik ini ada yang berisi, maksudnya batu akik ini bertuah atau berjimat. Sehingga bagi siapa saja yang memakainya dipercaya bisa menjadi sakti. (mus)
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









ah……gw ga percaya ma namanya mistis….
ckckck, hoax murahan