Skip to content


Terjebak Asmara Pengobral Cinta

Apa yang terjadi jika cinta bukan lagi sebuah keindahan yang diagungkan. Sebatas omong kosong dan kata-kata manis dari pengobral cinta. Tanti akhirnya harus memupus seluruh harapannya untuk memiliki Arman. Lelaki yang sangat didambakan. Lantaran pujaan hati itu menebarkan cinta pada semua wanita.
Ah, siapa yang mau jika kekasihnya suka merayu. Memberi harapan pada para gadis selain dirinya. Tentu saja Tanti memilih mundur. Menghapus kenangan indah dengan lelaki yang kini menjadi jurnalis di sebuah media di Jakarta itu. Ia tak mau hatinya terus-menerus terluka.
Enggan senantiasa memberi maaf tanpa kesudahan. Gadis berkulit coklat itu sudah penat. Bosan dengan segala kepalsuan. Kini mengurung hatinya. Tak sembarang diberikan pada orang. Karena lukanya tak kunjung sembuh. Sakit hati yang membuatnya nyaris gila.
Dan kenangan indah itu… Dulu setahun lalu, Tanti-Arman adalah pasangan serasi. Mereka saling berjanji sehidup semati untuk mengarungi bahtera cinta. Mereka memang pasangan yang mengagungkan cinta. Keduanya mantan aktifis mahasiswa sebuah PTS di Surabaya. Dari situlah mereka mengukuhkan diri menjadi sepasang kekasih.
Kemudian lulus kuliah. Arman bekerja sebagai jurnalis di Surabaya. Sementara Tanti jadi marketing produk sebuah cometik. Meskipun keduanya selalu sibuk dengan aktifitas kerja, tak melupakan pertemuan yang romantis dan menggairahkan.
Tanti sangat setia. Meskipun banyak lelaki yang tertarik padanya. Ia sangat mencintai Arman. Sebaliknya lelaki itu justru gonta-ganti pasangan. Pernah ia ditugaskan ke Semarang beberapa bulan, ternyata bercinta dengan mahasiswi cantik. Setelah itu ia ditempatkan di Solo, lagi-lagi menjalin asmara dengan cewek Solo.
Ia tahu itu semua, karena para cewek itu tiba-tiba meneleponnya dan mengatakan kelakuan Arman. Dan beberapa temannya mengadu. Berkali pula Tanti memaafkan karena didorong rasa cinta.
Terakhir Tanti melihat dengan mata kelapa sendiri, kekasihnya bermesraan dengan perempuan yang konon marketing di sebuah perusahaan iklan. Kejadian itu tak pernah dilupakan dan dimaafkannya. Akhirnya ia memutuskan ikatan cinta yang pernah ada. Arman mengemis-ngemis maafnya.
Tapi perempuan itu tetap pada pendiriannya. Tak akan memberi apapun padanya. Arman putus asa. Ia pergi ke Jakarta, melanjutkan pekerjaannya sebagai jurnali disana. Sementara Tanti menjalani hidup dengan menafikan cinta. Namun, hatinya berjanji sedikit demi sedikit akan membuka pintu hatinya bagi pria lain. (Cerita Kiriman Yuniar, Nginden Kota II Surabaya)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Blogosphere News
  • LinkedIn
  • Technorati

Posted in Cerita Cinta.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.