Pria bisa mandul bila sering merokok ganja, demikian hasil riset ilmuwan di Universitas Buffalo. Temuan tersebut menjadi pelajaran bagi pria yang suka mengkonsumsi daun kering yang memabukkan ini. Setidaknya dapat menjauhi agar terhindari dari kemandulan.
Hasil penelitian menyebutkan, pemakaian ganja dalam jangka panjang berakibat menurunnya hitungan sperma dan tidak normalnya pola gerak sperma. Akibatnya, kesuburan pria pun terganggu. Bukan karena sperma tidak bergerak sehingga tidak dapat mencapai telur, tetapi sebaliknya. Sperma berenang terlalu awal dan terlalu cepat, sehingga mati sebelum sampai ke sel telur pasanganya.
Pimpinan riset Dr Lani Burkman mengatakan, unsur-unsur aktif yang terdapat dalam ganja mempengaruhi pola gerak sperma. Ganja mengandung beberapa unsur kimia, seperti THC (tetrahydrocannabinol) yang punya pengaruh kuat pada tubuh manusia.
Para peneliti yakin, THC mengganggu aktivitas berenang sperma. Berdasarkan pemeriksaan, sperma yang terpapar THC dalam jumlah tinggi, tidak mampu mencapai sel telur untuk melakukan pembuahan.
Dr Burkman bersama timnya melakukan pengujian terhadap sperma 22 pria yang rata-rata merokok 14 kali seminggu dalam lima tahun terakhir. Sperma mereka terlihat berenang terlalu bersemangat. Sebenarnya, kelincahan gerak (motilitas) sperma ini sangat vital agar bisa mencapai sel telur. Sayangnya, kalau sperma bergerak cepat terlalu dini malah mereduksi kemampuannya mencapai sel telur.
“Pemilihan waktunya salah. Sperma bergerak cepat terlalu awal, akibatnya mati sebelum mencapai sel telur dan tidak bisa melakukan pembuahan,“ kata Dr Burkman.
Melihat hasil riset tersebut, jelas sekali, merokok ganja secara teratur bisa mengakibatkan pria menderita kemandulan atau infertilitas, karena kandungan THC yang terdapat di dalamnya.
Belum jelas benar apakah kesuburan mereka akan kembali normal setelah berhenti merokok. Tetapi, Dr Burkman mengingatkan THC bisa tersimpan lama dalam lemak tubuh manusia.
“Kami tidak bisa mengatakan apakah semuanya akan kembali normal,” ujarnya.
“Yang pasti, saya menyarankan siapa pun yang ingin memiliki anak, sebaiknya tidak merokok ganja atau marijuana, termasuk wanita.”
Profesor Alison Murdoch, dari the British Fertility Society kepada BBC News Online mengatakan hasil riset tersebut tidak mengejutkan. Ganja adalah obat keras yang bisa mempengaruhi seluruh sistem tubuh. Sama halnya dengan alkohol dan rokok. (mus/dbs)
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.