Jumlah perempuan di dunia ini lebih banyak dibandingkan jumlah laki-laki, menginspirasikan beberapa ahli medis meneliti penyebab timbulnya gen perempuan itu. Kendati semua orang sepenuhnya telah memahami, bahwa jenis kelamin anak yang terkandung di perut ibunya, adalah mutlak kehendak Tuhan.
Tidak seorang pun dapat memutuskan, bahwa anaknya harus laki-laki atau harus perempuan. Tapi dasar manusia, berkat akal dan pikiran yang dikaruniai-Nya, berupaya merekayasa jenis kelamin agar sesuai dengan keinginan pasangan. Sejauh mana keberhasilannya?
DR. Landrum B Shettles menjawab secara medis banyak kebingungan para orangtua mengapa anak perempuan lebih banyak dilahirkan daripada anak lelaki. Dan, bagaimana merekayasanya jika ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu.
Dalam tulisannya, Landrum menyebutkan bahwa kromosom dalam sperma pria adalah penentu jenis kelamin anak Anda.
Dari sekian banyak sperma yang keluar saat berhubungan intim, separuhnya membawa kromosom-X yang menjadi penentu jenis kelamin perempuan dan separuhnya kromoson-Y sebagai penentu jenis kelamin pria.
Entah apa sebabnya sperma pembawa kromosom-Y (androsperma) bentuknya lebih kecil, ringan, lincah, namun lebih cepat mati daripada sperma dengan kromosom-X (gynosperma). Kalau gynosperma bisa bertahan selama 2-4 hari, androsperma hanya bertahan tidak lebih dari 1 hari.
Jadi jika Anda berhubungan intim dengan pasangan Anda tepat pada saat Anda ovulasi, maka kemungkinan anak Anda lelaki sangat besar. Namun jika Anda berhubungan intim 2-3 hari sebelum ovulasi maka androsperma bisa dipastikan sudah mati dan kemungkinan besar anak Anda adalah perempuan.
Metode lain yang bisa Anda coba adalah penyemprotan larutan asam atau alkalin ke vagina untuk mengubah pH liang vagina Anda tepat sebelum melakukan hubungan intim. Semprotan alkalin akan memudahkan dan melancarkan androsperma untuk masuk ke uterus menjemput sel telur.
Sedangkan larutan asam sebaliknya, yaitu memudahkan kromosom-X penentu anak wanita. Namun metode ini tetap saja membutuhkan taksiran yang tepat kapan pembuahan Anda terjadi. Keakuratan dua metode ini menurut Landrum bisa dipertanggungjawabkan sampai 80%.
Metode yang terakhir adalah pengaruh konsumsi makanan paling tidak enam minggu sebelum pembuahan. Dr. Stolkowski yang mengadakan penelitian tentang hal ini menyatakan bahwa jika Anda menginginkan anak perempuan maka konsumsilah secara besar-besaran produk susu, kalsium dan magnesium. Sedangkan konsumsi makanan yang banyak mengandung potasium dan sodium seperti sayuran hijau dan buah pisang.
Jika dibandingkan dengan dua metode sebelumnya jelas metode terakhir inilah yang lebih aman. Sebab prosesnya melalui metode yang sangat wajar dan normal. Tanpa keinginan mendapatkan anak pun manusia wajib menyantap makanan untuk bertahan hidup. Namun demikian keberhasilan dari metode yang terakhir masih harus diselidiki sekali lagi sebab hinga saat ini belum bisa terbukti secara pasti. Kepastian yang ada masih dalam bentuk teori semata.
Hanya saja yang terpenting bagi setiap orang tua sesungguhnya bukanlah pada jenis kelamin anak kita, melainkan bagaimana cara untuk mendidik anak-anak tersebut agar bisa lebih berguna bagi semua orang dan dirinya di masa depan. (mus)
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.