Ajian dikuasai kalangan kesekten terus berkembang sesuai dengan kebutuhan. Bukan lagi sekedar mengolah batin dan tenaga untuk menguasai ilmu kekebalan. Beragam ajian pengasihan juga sudah banyak yang menguasai. Di samping itu masih ada ajian langka yang masih asing, yakni ajian penawar racun.
Orang ingin kebal racun sekarang tidak saja ketika menghadapi binatang buas seperti ular. Di jaman serba global jenis-jenis makanan sudah tidak lagi alami, banyak yang terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia. Kemungkinan terjadi keracunan besar sekali terjadi, bahkan berulang kali kita membaca berita di media massa tentang orang yang keracunan.
Besar sekali manfaat yang dapat diamalkan dari penguasaan ajian penawar racun. Apalagi tidak menutup kemungkinan bagi orang yang berhubungan dengan pesaing, niat jahat pesaing ingin menghabisinya dengan cara meracun tubuhnya lewat makanan bisa saja terjadi. Nama ajian masih kurang populer ini, Nawar Racun.
Anda ingin menguasai ? Perlu diketahui lebih dulu, bahwasanya ajian tidak sulit untuk memperolehnya. Siapa saja bisa menguasai dengan sempurna. Di samping bukan merupakan ajian hitam yang perlu dihindari. Justru amalan ajian ini banyak menyimpan tentang kebaikan. Mengingat manfaatnya besar sekali terhadap orang di sekitarnya. Terutama ketika menghadapi binatang liar yang mematikan, seperti ular.
Laku pertama yang bisa dilakukan adalah, melakukan puasa Nawar. Bagi mereka yang bisa melaksanakan puasa ini dengan baik, kabarnya selain kebal racun ular, juga bisa jadi penangkal gangguan makhluk halus. Puasa Nawar dilakukan minimal 7 hari 7 malam dan maksimal 40 hari. Puasa dimulai Minggu sore saat adzan Magrib berkumandang. Si pelaku wajib membersihkan diri dengan mandi keramas dan makan makanan tawar alias tanpa bumbu.
Makan hanya boleh dilakukan sehari sekali dan pada waktu pagi atau siang hari. Saat matahari tenggelam, pelaku tidak boleh lagi mengisi perutnya. Pelaku juga dilarang menambah makanan, kecuali air minumnya yang juga harus tawar.
Saat malam tiba, orang yang berpuasa Nawar harus bebas alas kaki. Konon agar mereka bisa beradaptasi secara magis dengan kekuatan dan daya bumi. Setelah puasa selesai, maka si pelaku akan bebas racun ular dan dijauhi makhluk halus. Puasa Nawar ini biasanya dilakukan oleh mereka yang ingin berprofesi sebagai pawang ular. Namun kelebihan ini bisa sirna, jika si pelaku ringan tangan.
Mereka tidak boleh membunuh hewan berbisa serta memukul seseorang atau anak-anak. Hal lain yang tidak boleh dilanggar bagi pelaku yang sudah menguasai, adalah menganiaya orang lain sesuka hatinya. Larangan ini jika dilanggar justru resiko di kemudian hari akan dialami oleh si pelaku.
Pasalnya, ajian Nawar Racun tidak bisa dipraktikan sembarangan. Orang yang terkena pukulan pelaku, maka kulitnya akan terasa sakit luar biasa. Bahkan jika pukulan yang diayun sangat kuat, bisa jadi bagian dalam tubuh orang yang dipukul akan remuk dan muntah darah. Karena itu, bagi pelaku dibutuhkan kesabaran luar biasa. Terutama ketika mereka sedang melakukan puasa Nawar.
Kalaupun saat puasa terbesit sedikit saja dalam pikirannya untuk berbuat jahat, niscaya laku ajian tidak akan sempurna. Atau jika masih belum yakin dengan ajian ini bisa berguru pada ahli pawang ular atau spiritualis yang tahu puasa Nawar. (mus)
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.