Skip to content


Air Suci Pura Kahyangan Bikin Kebal

barong  Sebuah grup atau kelompok kesenian penari rangda dan barongan memperagakan pertunjukan tari dan fenomena kekebalan tubuh. Hanya dengan diperciki Air Suci Pura Kahyangan, para penari tersebut langsung memiliki kekebalan tubuh terhadap senjata tajam.
Pertunjukkan tari ini diperagakan oleh sejumlah penari dalam acara Pekan Kesenian Bali yang diadakan di Tabanan, Bali. Sebenarnya pertunjukan seni tari dan kekebalan tubuh ini sudah melanglang buana ke manca negara dan sering dipertontonkan dalam acara resmi atau suguhan untuk para wisatawan.
Mungkin karena diiringi dengan kendang dan gong serta kentongan yang bunyinya tek .. tek .. maka jenis kesenian ini disebut tari tektekan yang dipadukan dengan kekebalan mistis dari Bali. Cerita yang ditarikan berasal dari kisah Mahabharata yakni ketika seorang putra Pandawa hendak dikorbankan.
Tarian Rangda dan Barong ini melambangkan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan. Dan, ketika barong terdesak, dia meminta bantuan dari para patih yang jumlahnya cukup banyak. Dengan keris terhunus para patih yang kerauhan (kesurupan) ini menerjang dan menyerang rangda dengan senjata keris dan tombak.
Anehnya, diserang dan dikerubuti serta dihujani tusukan dan tikaman keris dan tombok itu, penarinya tidak terluka sedikitpun. Atraksi kekabalan tubuh ini bukan dilakukan dengan menggunakan trik atau tipuan tenaga dalam, tetapi berkat khasiat percikan Air Suci Pura Kahyangan.
Padahal semua senjata tajam itu terbuat dari baja yang sulit untuk dibengkokkan, tetapi semuanya menjadi bengkok akibat dipergunakan untuk menikam dan menusuk penari rangda.
Aie suci itu diambil dari sebuah Pura Kahyangan, Desa Kerambitan, Tabanan. Konon merupakan pemberian Batara Durga sebagai dewa kekebalan. Mereka yang menarikan rangda dan barong tersebut dilarang menggunakan ilmu kebal karena akan berakibat fatal.
Biasanya pertunjukkan barong dan rangda ini dipentaskan untuk mengusir wabah penyakit yang menyerang warga atau hama yang menyerang tanaman atau dapat juga karena terkabul doa atau permintaannya seperti ingin memiliki keturunan. Biasanya mereka akan mementaskan pertunjukkan barong dan rangda itu. (mus)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Blogosphere News
  • LinkedIn
  • Technorati

Posted in Mitos.


One Response

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Herry Cah Pati says

    Bagus banget Ceritanya!
    bisa menjadi wawasan bagi kita semua!!



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.