LONDON- ‘Mungkin tidak ada Tuhan. Berhentilah cemas dan nikmati hidupmu’. Slogan bernada atheis tersebut terpampang pada sekitar 800 bus di jalanan di London, Inggris. Slogan-slogan ini dipasang oleh Asosiasi Kemanusiaan Inggris.
Seperti dikutip AFP, Rabu (7/1) slogan tersebut merupakan kampanye dari massa yang beraliran atheis. Kampanye ini dimaksudkan untuk menjawab iklan-iklan bernada keagamaan di Inggris.
Selebaran penyebaran atheis tersebut juga memenuhi sepanjang subway di London. “Biaya yang dikeluarkan untuk memasang iklan tersebut juga cukup tinggi, yakni sebesar 140 ribu poundsterling (Rp 1,3 miliar) yang terkumpul dari hasil sumbangan masyarakat setempat,” ujar seorang anggota Asosiasi Kemanusiaan Inggris.
Slogan tersebut merupakan sebuah gagasan dari seorang penulis komedi, Ariane Sherine, yang ditujukan pada iklan yang objek sebagai iklan singkat umat Kristen. Dalam iklan singkat tersebut, tertulis bahwa orang yang menolak Tuhan akan hidup kekal dalam siksaan di neraka.
Sherine kemudian mencari sumbangan sebesar 5 poundsterling menuju ‘ketentraman lagi’ membalas iklan dan memenangkan dukungan dari Asosiasi dan orang yang mengadakan kempanye atheis, Profesor Richard Dawkins.
“Tunggu akan bus atheis, kemudian 800 bus berdatangan pada saat itu juga. Saya harap mereka bisa memberi pencerahan terhadap hari-hari mereka dan membuat mereka tersenyum saat menuju kerja,” ujar Sherine. sumber:detik
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.