Selain dikenal kaya dengan berbagai potensi wisata, Kota Jepara, Jawa Tengah, ternyata juga banyak memiliki obyek wisata religius. Salah satunya, Makam Hasan Anwar di Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang. Makam ini, punya banyak keunikan. Diantaranya keberadaan pohon Nagasari yang bijinya tidak bisa tumbuh di tempat lain. Benarkah?
Pengunjung makam Hasan Anwar, atau lebih dikenal dengan julukan Mbah Kartosuro, di Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, tampak setia menunggu juru kunci yang bakal memulai acara. Mereka, umumnya ingin melakukan syukuran, karena nadhar atau keinginannya sudah terkabul.
Malam itu, adalah malam Jumat Legi. Memang, banyak sekali pengunjung yang datang dari berbagai kota, seperti Kudus, Demak, Pati, Klaten, dan Semarang. Kebanyakan mereka, berziarah ke Makan Mbah Kartosuro ini.
Bahkan, saat berada di lokasi itu, tampak 4 ekor kambing yang bakal disembelih, sebagai bentuk rasa syukur mereka. ”Ada 4 orang yang malam ini ingin syukuran karena keinginannya sudah tercapai. Sebagai bentuk syukur, mereka menyembelih kambing untuk dibagikan pada seluruh pengunjung,” jelas Samin, sang juru kunci makam.
Sayang memang, karena untuk bisa menikmati daging kambing tersebut, semua orang harus menunggu keesokan harinya, karena mereka yang ber-nadhar itu, masih harus melakukan ritual tertentu di makam tersebut.
Sebenarnya, siapa Hasan Anwar atau Mbah Kartosuro, sehingga banyak orang yang datang ke sana setiap Jumat Legi dan Jumat Wage? Dia, adalah pendiri atau cikal bakal dari Desa Jinggotan, yang berasal dari Kajen, Pati.
Selain cerita mengenai kegiatannya dalam menyebarkan agama Islam di daerah tersebut, ternyata kisah tentang makamnya itu, juga tidak kalah menarik. Pohon Nagasari misalnya. Kabarnya, pohon yang bentuknya tinggi dan besar-besar di lokasi makam itu, tidak akan ditemui di wilayah mana pun di Jepara.
Sama halnya, dengan Pohon Dewadaru yang hanya bisa ditemukan di Karimunjawa, pohon ini juga tidak bisa tumbuh di lain tempat selain di makam tersebut. ”Bijinya sekali pun, tidak bisa anda tanam di luar, meski hanya berjarak satu meter dari lokasi perbatasan makam. Bahkan di Desa Jinggotan, juga tidak bakal ditemui pohon ini selain di makam itu,” ungkap Samin.
Pohon ini, juga tidak bisa sembarangan ditebang dan dibawa keluar. Harus orang-orang yang benar-benar kuat menjalani ritual tertentu, yang bisa melakukannya.
Ada cerita, ketika ada yang mencoba menebang dan membawa pulang pohon tersebut, orang tersebut mengalami penyakit gatal yang parah, meski akhirnya sembuh karena telah mengembalikan pohon itu kembali ke tempatnya. Dan buahnya, ternyata juga bisa digunakan sebagai bahan penyembuh penyakit kulit.
Buah yang berbentuk seperti kelereng itu, digoreng terlebih dahulu dengan cara disangrai. Kemudian, ditumbuk halus untuk dicampur dengan minyak kelapa. Selanjutnya, bisa dioleskan ke bagian tubuh yang sakit.
Selain pohon Nagasari, lokasi makam sebenarnya juga menarik untuk dikunjungi. Makam itu, terletak di tengah-tengah 2 sungai, yaitu sungai Kambang dan sungai Kalang. Jelas, suasana asri dengan pemandangan alami, menjadi tempat bersantai yang asyik. Apalagi, dengan banyaknya pohon-pohon besar yang sangat nyaman sebagai tempat berteduh.
Sayang, sarana untuk menuju lokasi itu, belum begitu bagus. Lokasi makam yang dipisahkan dengan sungai, hanya dihubungkan dengan jembatan bambu yang sudah parah kondisinya. (ais/rase)
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









ah masa see…di kotagede areal situs keraton Mataram (kompleks makam Panembahan Senopati=radja mataram pertama) berjejer pohon nagasari/gandek…..gede2 pula..
da lagi di daerah pathuk gunungkidul di pekarangan trah HB VII berjibun pohon itu…lum lagi di jalan raya wonosari berjejer pohon nogosari…mau bukti dateng aja sendiri….hehehe
buah2 nagasari alias gandek itu ada yg dibiarkan berserakan ada yg diambil untuk “katanya” bat kuat biar gandek teruuusss…..mau mau mauuu…? ambil aja bebas di peninggalan sang raja mataram itu…juga ada di makam raja2 mataram (sultan agung cs hingga sultan jogja) imogiri…
jgn bikin riil jadi mistik aahhh….
dicirebon berjejer pohon nagasari di makan sunan gunung jati,makam pangeran suryanegara… makanya jalan2 pak ketempat2 jiarah lainnya juga…hehehehe