
** Ditawari Main Film Layar Lebar
UNGARAN- Setelah wajah dan namanya gencar diberitakan di media massa, Lutviana Ulfa, bocah 12 tahun yang diperistri Syeh Puji, miliarder asal Kabupaten Semarang, bakal jadi selebritis baru. Menurut rencana dalam waktu dekat, Ulfa akan main film layar lebar berjudul “Cinta Anak Zaman (Ketika Doa Membawa Mukjizat)“.
Film yang ceritanya terinspirasi dari pernikahan dini Syeh Puji dengan dia sendiri itu, Ulfa didapuk jadi pemeran utama film. Ulfa akan beradu akting dengan aktor remaja Vino G.Sebastian dan aktor senior Ferry Salim. Film ini juga akan dibintangi Agni Prastita, finalis Putri Indonesia asal Pekalongan.
Dihubungi via telepon semalam, sang sutradara, Exel J. Permadi mengatakan, syuting film akan dimulai pada Juli mendatang. Syeh Puji sendiri sudah memberi lampu hijau kepada Ulfa. Orangtua Ulfa juga sudah menyatakan setuju anaknya main film.
”Bahkan kami juga sudah bermusyawarah dengan sejumlah tokoh agama. Intinya mereka tidak keberatan dengan isi cerita yang akan difilmkan itu mirip cerita pernikahan Syeh Puji dengan Ulfa,” tambahnya. Honor yang akan diterima Ulfa sebesar Rp 400 juta. Sedangkan biaya keseluruhan pembuatan film sekitar Rp 6 miliar.
Menurut Exel, film yang akan dibesutnya sebagai jawaban tuntunan yang ada di dalam Islam. Yakni, terkait masalah perkawinan dan percintaan yang dilakukan oleh dua insan berlainan jenis. ”Makanya, kalau ada yang menikah di usia muda itu dibenarkan dalam Islam. Dan di Islam tidak ada mengenal itu pacaran. Tujuannya kan jelas untuk menghindari perbuatan dosa, semacam zinah. Mengapa harus ditentang orang yang menjalankan syariat Islam,” kata Excel menanggapi kontroversi pernikahan Syeh Puji dan Lutviana Ulfa.
Yang menarik, Excel akan menawarkan kepada Syeh Puji untuk memproduseri film tersebut. Nantinya, janji Excel, editing film yang akan dibesutnya bakal dilakukan di sebuah laboratorium film di Hongkong. Sedangkan pemasaran dan peredaran film bakal dikerjakan oleh manajemen Excel. ”Kami punya manajemen untuk itu,” katanya singkat.
Syeh Puji sendiri menyerahkan semuanya kepada Ulfa dan keluarganya. ”Kalau memang tertarik dan suka, mengapa harus dilarang?” katanya pengusaha nyentrik itu diplomatis. Soal biaya produksi film yang akan dibintangi istri mudanya, Syeh Puji mengaku cukup tertarik. Hanya, kata dia, dirinya mengaku buta sama sekali manajemen film.
Apalagi jika menyangkut pemasaran film tersebut nantinya. ”Nggak tahu ya? Enaknya bagaimana ya? Mau saya produseri sendiri atau dilimpahkan ke orang. Atau cukup Ulfa sebagai pemain dan menerima honor dari kontrak kerjanya itu,” kata Syeh yang masih bingung. (mus)










5 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.
saya heran dengan perkembangan jaman saat ini sebuah musibah atau sebuah tragedi apa pun bentuknya selalu dibuatkan film nya, mungkin bagi para penonton ini ada hikmahnya, namun bagaimana dengan orang yang bersangkutan bukan kah dia membuka aibnya sendiri dengan adanya film ini, karena pada dasarnya film ini mengisahkan kehidupan nyata yang diambil dari musibah seseorang, hal ini saya katakan karena saya merasa ada fenomena ngetrend saat ini bahwa suatu musibah dapat mendapatkan banyak keuntungan, begitu juga dengan tragedi manohara, mari kita bahas hal ini dan bila perlu kita adakan seminar mengenai hal ini
ini film bikinanya seh puji,dan sutradaranya di bayar mahal sama seh puji.sutradara kajangan pasti1
Aku stju dg ada’y film ni krna dg ni kt bisa menghargai da’y cinta sejati tnpa memandang usia & tdk mengakhri’y dg perceraian
semoga sukses buat ulfa. semoga menjadi mahluk allah yang diberkahi. aku mendukungmu. good luck
Semoga segera terlaksana