Skip to content


Ketika Kawin Siri Tak Direstui Keluarga

Kalau orang dimabuk cinta, apapun yang terjadi dilakukan. Tak peduli apakah sudah punya anak bini, yang penting cinta. Akibatnya perkawinan tak bahagia. Apalagi ia menjalani kawin siri. Sudah dimusuhi keluarga sekaligus mendapat cela.
Indri warga Pemalang ini memang sedang tertimpa musibah. Ia nekat merampas kalung seorang anak yang ditemui di jalanan. Perbuatannya ketahuan dan kini mendekam dalam tahanan polisi.
Apa yang melatarbelakangi perbuatannya ini? Keduanya bertemu di kawasan pertambangan Kalimantan tersebut. Sebut saja namanya Tono (bukan nama sebenarnya), asli Surabaya.
Karena panah cinta sudah dilepaskan, Indri tak dapat berkutik. Ia menyambut cinta mesra Tono. Keduanya sepakat sehidup semati. Tanpa Indri tahu siapa sebenarnya lelaki itu.
Yang ia pahami, cinta sudah menggumpal di dadanya. Karena tak dapat menahan hasrat, mereka sepakat untuk kawin siri dulu. Alasannya, dalam waktu dekat tak mungkin melangsungkan pernikahan. Apalagi harus mengurus surat-surat di Jawa.
Indri setuju, toh yang penting sah menurut agama. Rencananya setelah kawin siri, akan menikah resmi di hadapan keluarga di kampung halaman. Perempuan muda belia itu tak tahu siapa sebenarnya Tono. Lelaki yang dikenal baru 3 bulan ini.
Karena kerusuhan di Kalimantan sudah sangat mencemaskan, keduanya pulang ke Jawa. Sementara tinggal di orang tua Indri. Tentu saja ortu kaget melihat anaknya pulang dengan lelaki. Awalnya mereka mengira itu pacarnya.
Setelah didesak pihak ayahnya, Tono, suami kawin sirinya. Tak urung, keluarganya kaget, tak menyangka tindakan Indri sejauh itu. Tanpa meminta pertimbangan orang tua.
Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, tak masalah. Tinggal dipikirkan kapan hari H pernikahan secara hukum dilaksanakan. Tentang pekerjaan, bisa diusahakan, begitu pikirnya.
Hingga suatu ketika, kakak Indri melihat foto jatuh. Yang membuat kaget, foto itu tertampang gambar Tono menggendong bocah cilik disampingnya perempuan cantik memeluk pinggangnya. Siapa dia? Kakak Indri memberikan foto itu pada ayahnya. Tono dihadapkan pada rapat keluarga. Tak ayal lagi, Tono tak dapat mengelak dari kenyataan. Ia mengaku selama ini telah menikah dan punya anak satu. Keluarga itu tinggal di Surabaya.
Indri lemas lunglai. Tak dapat berbicara apa-apa. Merasa tertipu luar dalam. Namun ia tak dapat berpisah dengan lelaki yang sempat memberi kebahagiaan ini. Terbongkarnya kasus ini membuat saudara-saudara Indri jengkel. Ditambah, Tono tidak punya pekerjaan. Makan minum menumpang mertua. Semakin tak simpati keluarga Indri. Namun, perempuan cantik berwajah teduh ini selalu membela suaminya. Ia tak ingin Tono dihina. Jelek-jelek begitu ia masih istrinya.
Akibat kejadian itu, suasana rumah begitu tegang. Semua tak bersahabat dengannya. Indri tersiksa dengan keadaan itu. Dan suatu kali, berdua jalan-jalan di Simpang Lima. Melepas sumpek yang dirasakan selama ini. Indri memang bingung, uang tak ada, pekerjaan tak punya. Apalagi yang bisa dilakukan, selain memikirkan nasib ke depan. Ia sendiri sedih mengingat suaminya.
Ia tak menyangka akan menemui penderitaan ini. Malam itu mereka tidak pulang. Setelah lelah menikmati malam tahun baru. Keduanya tidur di masjid. Entah kenapa, Indri berniat jalan-jalan sendiri sambil mencari jalan keluarnya.
Kebetulan di Alu-alun Pemalang bertemu teman-teman masa lalu. Entah setan mana yang mengepung pikirannya. Seorang anak kecil memakai kalung, diam-diam ditariknya. Sementara, perbuatan itu tak ketahuan. Kalung emas, lumayan dijual untuk makan bersama suami.
Belum lagi, meninggalkan tempat itu, keburu ia didatangi orang yang kemudian membawanya ke polisi. Sungguh tragis nasib perempuan yang usianya belum genap 25 tahun ini. Kini ia mendekam di sel polisi sambil menunggu pemeriksaan. Sementara keluarganya seolah tak peduli lagi. Ia masih kepikiran suaminya yang sendirian dimusuhi keluarganya. (cerita kiriman lusianti pemalang).

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Blogosphere News
  • LinkedIn
  • Technorati

Posted in Cerita Cinta.


2 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Mas Heri says

    Duh suedih e rek

  2. Hasanuddin siregar says

    Yah?…….beginilah jalan kehidupan, kalau tak kuat iman bisa gawat.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.