Di tengah tuntutan hidup yang makin sulit dicapai, ada banyak cara untuk mendapatkan rezeki yang halal dan berlimpah-ruah. Tidak perlu mengerahkan kekuatan tenaga yang berlebihan, namun tuntutan itu cukup diupayakan dengan mengerahkan ajian yang harus dikuasai. Seperti Ajian Rezeki dan Ajian Lelungan. Apa kelebihan kedua ajian ini?
Dari dua ajian ini sebenarnya berbeda ritual maupun mantera yang harus dilafalkan. Cuma kedua ajian ini saling berkesinambungan. Antara satu dengan satunya lagi masih ada kaitan. Boleh dikata saling mendukung bagi tercapai usaha yang tengah dirintis oleh seseorang. Maka, tidak salah kalau kita mengamalkan kedua ajian ini sekaligus.
Apalagi, Ajian Lelulangan tidak menggunakan ritual apapun. Cukup dengan membaca mantera dan doa yang sudah terangkum. Sehingga kalau saja menguasai dua ajian ini sekaligus tidak akan merepot orang yang melakoninya. Itu pun bisa dilakukan sewaktu-waktu. Sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Pada dasarnya, kekuatan gaib yang bisa dimanfaatkan dari kedua ajian ini dengan mudah dapat disatupadukan hingga menjadi kekuatan yang utuh.
Orang bisa memanfaatkan ajian ini khususnya paling cocok bagi pedagang dan usaha yang berhubungan dengan orang lain. Supaya usaha dengan orang lain mendatang selamat dan mendatangkan rezeki yang banyak. Itu pun dengan catatan rezeki halal karena ajian ini tidak bisa digunakan untuk menipu orang. Apalahi mengendam lawan usaha agar manut.
Ritual pertama yang harus dikuasai adalah Ajian Rezeki. Hal itu harus dilakukan karena ajian ini dapat dimanfaatkan sebagai ajian pamungkas. Bisa disiapkan sewaktu terdesak seperti negoisasi mengalami jalan buntu, atau kerjasama tidak bisa disambung lagi. Namun, pada umumnya ajian ini bisa juga diamalkan petani atau peternak yang menginginkan hasil yang melimpah.
Inti ajian ini tidak ubahnya minta kekuasaan Yang Kuasa untuk mendatangkan rezeki yang cukup hingga berlimpah-limpah. Sementara ritual yang harus dijalankan pertama kali adalah membakar kemenyan putih di waktu malam hari. Syarat lainnya harus diberi sesaji dua jenis kembang yang berwarna putih dan kuning. Bersamaan itu baca mantera sebagai berikut ini;
Bismillahir rahmaanir rahiim. Niat ingsung ngebong menyan putih. Nyaosi dahar sekar petak gondo arum. Nyai Danyang, Kiai Danyang, supados awak ingsun saged kabul, pinuwun ingsun mugo-mugo Gusti Allah maringo margi gampang.
Ritual ajian ini cukup simpel tidak terlalu neko-neko dan mudah sekali dilakoni siapa saja. Tidak membutuhkan ritual rekoso seperti melalui puasa mutih maupun puasa ngebleng. Memang cukup gampang orang menguasai ajian ini. Tapi mengenai hasil yang akan dicapai paling tidak seseorang akan merasa semakin yakin kalau usaha yang rintisnya akan mendatangkan hasil. Setidaknya keyakinan itu akan terpatri dalam dirinya dengan kekuatan ajian yang dimiliki.
Selanjutnya bagi pelaku Ajian Rezeki bisa melengkapi ajiannya ini dengan mengamalkan Ajian Lelungan. Tidak lain berupa ajian yang bisa menghantarkan seseorang selamat sampai tujuan ketika sedang berpergian ke suatu tempat. Paling tepat lagi, ketika hendak menjalankan usaha ke tempat lain. Tapi, dalam prakteknya orang ketika berpergian naik kendaraan banyak yang menggunakan Ajian Lelungan.
Khusus ajian ini lelakunya cukup singkat. Tidak ritual khusus atau persyarat-persyaratan yang merepotkan. Bagi yang ingin mendapatkan keselamatan dan berkah selama dalam perjalanan cukup dengan merapalkan mantera yang bunyinya sebagai berikut ini; Bismillaahir rahmaanir rahiim. Niat ingsun lelungan. Panggonane si kaki. Panggonane si nini. Ora tak ambah samun. Tak ambah sari. Sari kersane Allah. Lincak lincik. Lungoku becik. Tekoku apik. Apik kersane Allah. (ais)
Konsultasi
-
Punya problem asmara, bisnis macet, hutang menumpuk, PIL/WIL, karir, diguna-guna Pilkada, belum punya keturunan, penyakit, dll...
Konsultasi di sini
Arsip
- July 2010 (1)
- May 2009 (6)
- April 2009 (9)
- March 2009 (27)
- February 2009 (13)
- January 2009 (30)
- December 2008 (36)
- November 2008 (21)
- October 2008 (33)
- July 2008 (1)
- June 2008 (5)
- May 2008 (66)
- April 2008 (69)
- March 2008 (27)
- 0 (1)










0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.