
** Siap Demo Bila Ditahan Polisi
UNGARAN- Ulah sensasional pengusaha nyentrik asal Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Syeh Puji tampaknya semakin menjadi-jadi. Lama namanya tidak pernah disebut-sebut di media massa, kini muncul masih dengan kebiasaannya yang suka nyeleneh itu. Pengusaha kerajinan kuningan yang punya nama lengkap HM Pujiono Cahyo Widianto, MBA itu, saat ini sedang sibuk membangun sel tahanan di halaman Ponpes Miftakhul Jannah yang diasuhnya.
Bangunan tahanan yang kini tinggal finishing tersebut dibuat berkaitan dengan pihak Polwiltabes Semarang yang sampai saat ini ternyata masih terus mengungkit-ngungkit perkara pernikahan controversialnya dengan gadis cilik berusia 12 tahun, Lutviana Ulfa. Perkara yang masuk ke Polwiltabes karena atas laporan LSM itu, rencana akan dibuka kembali dengan memanggil Syeh Puji untuk dimintai keterangan.
Sesuai keterangan Syeh Puji kepada wartawan ini, kemarin (4/3), surat pemanggilan dirinya bernomor S. Pgl/A31/II/2009/Reskrim itu ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang, AKBP Roy Hardi Siahaan. Pemanggilan dirinya sebagai saksi dalam perkara Eksploitasi dan Pernikahan Siri terhadap Lutviana Ulfa yang dituduhkan padanya. Syeh Puji diduga melanggar pasal 82 dan pasal 88 UU nomer 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pasal 290 ke 2e KUHP.
“Saya tidak takut diperiksa, saya siap di sel. Tapi saya akan menutut agar diberi keadilan. Sebab orang yang menikahi anak gadis umur 12 tahun banyak terjadi di masyarakat kita. Tapi mengapa hanya saya yang dipanggil, seharusnya mereka (orang yang menikahi gadis 12 tahun dan nikah siri, red) juga dipanggil,” ujarnya.
Karena itu, Syeh Puji berinisiatif membangun sel tahanan yang dinamai ‘’Penjara Nikah Siri’’. Tujuannya orang yang melakukan nikah siri maupun menikahi anak gadis 12 tahun apabila nanti ditahan polisi, maka bisa ditahan dalam sel buatannya tersebut. Sebab jumlanya pasti sangat banyak hingga tahanan (LP) tidak akan bisa menampung.
“Polisi tidak perlu repot-repot menyiapkan penjara khusus orang yang nikah siri, saya sudah siapkan dan berapapun jumlahnya akan saya tampung,” jelas Syeh Puji sambil tertawa.
Sel tahanan yang dibangun terletak di tanah lapang samping kanan tempat tinggalnya, yang masih jadi satu areal lingkungan komplek Pondok Pesantren Miftahul Jannah. Di dalam sel tahanan itu, terdapat tiga ruang sel tahaan biasa, dua ruang isolasi dan satu lagi sel tahanan VIP. Masing-masing sel dilengkapi tempat duduk dan kamar mandi yang jadi satu dengan WC (toilet).
Syeh mengaku tak habis pikir dengan tindakan Polwiltabes yang masih mengukit-ngungkit masalahnya. Pasalnya, selama ini dia sudah mematuhi apa yang dianjurkan Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengembalikan Ulfa kepada orang tuanya, untuk menunggu usianya memenuhi aturan untuk dinikah. Tapi polisi masih saja menyoalnya
Siap Demo
Rencana ia dipanggil Polwiltabes pada Jum’at (06/3) besok. Dalam surat itu dia akan diperiksa Unit Jatanras yang dipimpin AKP Agus Purwanto. Meski dalam surat pemanggilan dirinya sebatas sebagai saksi namun dia telah menyiapkan segala sesuatunya jika seandainya saja ditahan pihak Polwiltabes.
“Seandainya saja saya disel, saya telah siapkan dua ribu santri dan karyawan saya besok Senin (09/3) untuk melakukan demo besar-besaran ke Polda dan Pilwiltabes. Bahkan setiap hari santri saya akan demo,” tandasnya.
Tuntutan yang akan dibawa santri syeh Puji adalah meminta agar Polwiltabes menegakkan keadilan dengan tidak hanya menahan Syeh Puji. Selain itu mereka akan menuntut ditegakkannya syareat Islam karena dalam pernikahan yang dilakukan Syeh Puji dengan Ulfa juga telah diatur dalam syareat agama. Apalagi selama ini Ulfa merasa bahagia dan merasa tidak pernah tertekan dengan dinikahi Syeh Puji.
Upaya lain Syeh Puji akan melaporkan perlakuan polisi terhadap dirinya tersebut kepada Presiden SBY. Sebab, pihak kepolisian telah berlaku pilih kasih dan tidak adil terhadap dirinya. “Salah saya apa, menikah siri dan menikahi gadis umur 12 tahun sudah biasa di masyarakat kita. Tapi mengapa cuma saya yang dipanggil dan diperiksa,” tegasnya lagi sambil bertanya-tanya. (mus)









edaaan,…