Skip to content


Kejatuhan Carang Pertanda Rezeki

** Tuah Carang Jati di Makam Sunan Geseng

Pohon jati tua terletak di kompleks pemakaman Sunan Geseng konon sangat dikeramatkan. Tidak terbilang lagi berapa umur Jati yang carangnya (ranting kering, red) diburu banyak orang itu. Konon, carang jati itu bisa mendatangkan berkah yang tidak ada habisnya.
Pohon jati tersebut tumbuh di makam sunan Geseng di Dukuh Suro, Desa Seren, Kecamatan Sulang, Rembang, Jawa Tengah. Umurnya diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun. Sejauh itu warga tidak ada yang tahu kapan pohon jati itu mulai tumbuh. Sebab, menurut cerita yang bergulir di masyarakat setempat pohon jati itu sudah ada sebelum makam sunan Geseng.
Berkat keanehan dan keunikan pohon ini diyakini seluruh bagian dari pohon ini, seperti carang kering dan daun kuning yang jatuh dari pohonnya dianggap mempunyai tuah. Keanehan terjadi setiap carang maupun daun kuning yang jatuh tak sampai menyentuh tanah sudah menghilang entah ke mana. Wajar jika areal pemakaman sunan Geseng yang berada di bawah naungan pohon tua ini selalu bersih.
Setiap harinya ada saja orang datang duduk bersila di bawah pohon jati tua tersebut. Bagi para pemburu berkah, kejatuhan carang atau daun keringnya jati tua diyakini akan mendapatkan rezeki yang sumulur (terus-menerus). Maka tidak sembarang orang yang melakukan tirakat dan meminta kejatuhan carang dapat terpenuhi. Hanya orang yang mendapatkan pulung saja yang diberi.
Menurut cerita yang berkembang pohon jati itu bisa ada dan tetap tumbuh kokoh sampai sekarang bukan sembarang jati. Dulunya, pohon itu hanya sebuah gayung yang biasa dipakai Sunan Kalijaga mengambil air wudlu. Ketika itu dicantolkan di tonggak yang menacap di tanah. Seiring berjalannya waktu, gayung itu berubah menjadi pohon jati.
Aneh memang. Namun, kenyataannya sudah banyak orang yang mendapatkan carang jati ini mendadak sepanjang hidupnya berlimpah berkah. Wajar jika kemudian jumlah yang datang semakin bertambah banyak. Sebagian besar mereka datang dari luar daerah. Jauh-jauh mendatangi tempat mistis ini tidak lain ingin ngalab berkah mendapatkan carang jati keramat.
Kisahnya asal usul pohon jati keramat sampai sekarang masih tertanam secara turun-temurun bagi warga masyarakat setempat. Karena itu pohon ini tetap dibiarkan tumbuh dengan merimbun. Hingga kini tidak ada masyarakat yang berani mengusiknya, apalagi sampai berani menebang. Kalaupun ada pengunjung yang tergiur ingin mendapatkan carang atau daunnya dengan cara mengantel atau memotongnya, di tempat ini sangat ditabukan. Tidak bakalan mereka mendapatkan berkah, melainkan petaka yang didapat.

Bertemu Sunan Kalijaga
Di bawah makam terdapat makam tua yang di sekelilingnya betebaran makam-makam lainnya. Sosok yang bersemayam di dalam makam itu adalah Sunan Geseng. Sepanjang hidup sosok ini controversial. Dia merupakan bekas prajurit kerajaan Mataram yang melarikan diri.
Hingga kemudian menemukan tempat tersebut dan menetap bersama istrinya Jonggrang dan lima pengikutnya. Masa muda beliau punya nama Dahlan Jaya Wilastro yang kemudian bergelar Pangeran Bunnabrang. Namun karena perbedaan paham dengan kerajaan dia melarikan diri.
Selanjutnya berkeinginan mengikuti ajaran Islam yang kala itu diemban oleh Sunan Kalijaga. Di tempat itu, yakni Dukuh Suro dia mendirikan mushola untuk berdakwa. Sampai pada suatu kesempatan ia dapat bertemu dengan Sunan Kalijaga. Di dukuh tersebut dia mengabdikan diri untuk berdakwa hingga akhir hayatnya.
Menurut cerita, kedatangan Sunan Geseng di kawasan hutan belantara setempat untuk menghindari kejaran prajurit kerajaan Mataram. Dia adalah tokoh pelarian dari kerajaan Mataram. Saat itu dia ditemani oleh istrinya, Jonggrang dan lima pengikutnya. Di tempat yang baru, Sunan Geseng mendirikan rumah sekaligus tempat tinggal dan musala yang hingga akhirnya hayatnya. Jasad sunan Geseng kemudian dimakamkan persis di bawah pohon jati. Nama Sunan Geseng sendiri diambil dari kata gosong (hangus).
Ceritanya, saat itu beliau bertemu sunan Kalijaga di tempat situ, dan dia diminta untuk menjaga Sunan Kalijaga. Namun tanpa sepengetahuannya sunan Kalijaga menghilang. Dan, beliau sendiri tidak menyangka tempatnya itu telah dipenuhi semak belukar. Karena sulit mencari sunan Kalijaga akhirnya membakar semak belukar sekitar. Sampai kemudian pangeran Bunnabrang ditemukan dalam keadaan hangus. Namun berkat kesaktiannya dia masih tetap segar bugar. (ais)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Blogosphere News
  • LinkedIn
  • Technorati

Posted in Situs.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.