Bagaimanapun namanya jodoh, meski dipisah akan tetap sambung lagi. Seperti kisah unik pasangan Iman dan Tuti tinggal di Semarang. Orang tua tak setuju pernikahan mereka, sehingga mencoba memisahkannya. Mulanya berhasil tetapi tak berlangsung lama. Keduanya bersatu kembali setelah mengalami pahitnya perceraian.
Dua kali bercerai dua kali rujuk kembali. Lantaran cinta masih menggunung di dada, sehingga sulit untuk berpisah lagi. Pada awalnya keluarga Tuti tidak suka dengan Iman. Bahkan terang-terangan orang tua Tuti menolak hubungan mereka. Dengan alasan keluarga Iman dulu pernah bermusuhan dengan keluarga Tuti.
Namun mereka tidak dapat dipisahkan. Cinta sudah kadung melekat di dada. Lagian Tuti begitu mencintai lelaki yang berbadan tinggi agak kerempeng tersebut. Meski dilarang sampai habis kata-kata, tetap saja hubungan berlanjut diam-diam. Malahan Tuti nekat akan kabur dari rumah jika hubungannya dipaksa putus.
Orang tuanya terpaksa mengalah. Akhirnya mereka menikah. Iman membuka usaha reparasi elektronik macam televisi dan radio. Sedangkan perempuan itu membuka warung kelontong kecil-kecilan di rumahnya. Sekitar 5 bulan seorang anak lelaki lahir.
Menyusul anaknya yang kedua lahir. Rasanya semakin lengkap kebahagiaan rumah tangga mereka. Meskipun penghasilan tidak begitu besar tetapi cukup untuk hidup. Cinta ternyata melebihi segalanya. Rintangan hidup berhasil mereka lalui dengan baik.
Hanya saja keluarga Tuti tetap tak bisa menerima kehadiran Iman. Pada kesempatan apa saja mereka tidak melibatkan menantunya itu. Menganggap seolah tidak punya menantu bernama Iman. Perlakuan itu diterima dengan tabah oleh lelaki berumur 40 tahun itu.
Ia tak habis pikir, belasan tahun menjadi menantu, ternyata masih belum diterima di keluarga istrinya. Malahan ia semakin dijauhi. Ujung-ujungnya digosipkan kalau Iman punya pacar gelap.
Tentu saja hubungan suami istri menjadi agak goncang. Tuti yang semula tidak menggubris isu itu lama kelamaan terpengaruh. Dan bagaimana akhirnya, yang jelas pertengkaran mulai menghangat. Hampir tiap malam adu mulut terjadi.
Hal itu dimanfaatkan orang tua Tuti untuk segera meminta cerai. Buat apa mengabdi pada suami yang tidak suka berkhianat dengan istrinya, begitu katanya. Dasar Tuti masih kalut, akhirnya ia menuruti nasehat orang tuanya. Meskipun berat ia jalani proses perceraian yang berbelit-belit. Hingga akhirnya putuslah hubungan yang telah dijalani belasan tahun itu. Di dasar hati terdalam, masih tersimpan sisa cinta diantara mereka. Namun apa boleh buat karena keputusan cerai sudah final.
Selama 5 bulan, kedua pasangan itu merasakan kegelisahan tiada tara. Biasanya hidup serumah bercanda dengan anak-anak. Kini mereka harus berpisah semuanya. Rasa kehilangan begitu besar. Kadang kala timbul keinginan untuk rujuk kembali.
Iman tidak dapat memungkiri rasa kangennya yang membuncah hebat. Ia datang ke rumah mantan istrinya yang ternyata menyimpan kerinduan yang sama. Lantas kedua manusia yang saling menyayangi itu melepas kerinduannya.
Siapa yang tahan menyimpan hasrat begitu lama. Sementara tidak ada yang menghalangi lagi keinginan itu. Seperti dulu, saat masih sah menjadi suami istri, mereka pun bercinta dengan perasaan bergelora. Lupa bahwa ikatan perkawinan sudah putus. Melihat orang tuanya mesra begitu, anak-anak menganjurkan untuk bersatu kembali.
Melihat kesungguhan anak-anak mereka, pasangan itu pun memutuskan untuk rujuk kembali. Cinta memang betul-betul aneh. Di satu sisi membuat orang sakit hati di lain pihak justru membuat bahagia. Keluarga Tuti sekali lagi tidak sepakat dengan keputusan mereka. Dan lagi-lagi mereka ingin menghancurkan kebahagiaan itu.
Setelah mereka menikah kembali, lahir seorang anak lelaki. Semakin mempererat tali kasih diantara mereka. Namun di lain pihak, keluarga Tuti tidak tinggal diam. Terus saja membikin rusak kebahagiaan itu. Seperti kisah dalam sinetron saja, mereka sempat goncang lagi.
Dan lagi-lagi ada kabar, Iman punya simpanan di Semarang. Sekali lagi pasangan baru itu mulai panas, dan terjadi pertengkaran hebat. Apa boleh buat, keputusan bercerai kembali disodorkan oleh orang tua Tuti. Dan Tuti yang bimbang tak mampu berbuat apa-apa. Selagi proses perceraian untuk kedua kalinya ini berlangsung, entah kenapa Tuti memutuskan mencabut gugatannya.
Ia bapak dari anak-anaknya ini adalah jodoh sejati. Terbukti berkali-kali cerai, cinta masih ada di dada. Akhirnya Tuti tetap mempertahankan perkawinan tak peduli orang tuanya yang ingin mereka cerai. (diceritakan adin kepada ais).
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









bukanya suami & istri yg sudah bercerai tidak boleh menikahi istrinya kcuali si istri menikah trus dari suami yg k-2 mereka bercerai. baru boleh lagi nikah sama suami yg pertama