Skip to content


Kontraksikan Saraf-Saraf Kenikmatan

** Doa dan Minyak Oles Warisan Kuno

Saresmi, hubungan sebadan pria dan wanita merupakan surga dunia. Karena itu hubungan persenggamahan banyak diburu orang. Bukan hanya para lelaki dewasa yang normal. Ternyata wanita pun sangat menyukainya.
Menyadari kebutuhan yang tidak bisa diabaikan ini, menyebabkan prostitusi menjamur di mana-mana. Baik terselubung maupun terang-terangan. Pada perkembangannya, seks bukan sekedar pelampiasan hasrat biologis semata. Tetapi mencari jalan bagaimana mengukir kenikmatan.
Sejak dulu, banyak cara dilakukan orang demi memperoleh kenikmatan biologis. Baik menciptakan ramuan-ramuan pembangkit gairah, sampai cara gaib, jalan spiritual, yaitu melalui doa-doa. Model Islami adalah menerapkan doa-doa. Jalan ini sangat pas, sebab kenikmatan birahi itu pendorongnya bukan dari segi fisik semata, tetapi dorongan ruhani.
Karenanya, begitu usai melampiaskan hajat diharuskan membersihkan diri (jinabat) atau mandi besar. Hal itu tak lain tuntutan jiwa atau ruhani. Jika meminta kesucian karena ia bersifat suci.
Ada banyak doa yang diajarkan nabi, baik yang diambil dari ayat-ayat Alquran maupun doa-doa lain. Inti berdoa adalah memohon kepada Allah SWT agar diberi kenikmatan yang tiada tara, setidaknya lain dari sebelumnya. Bukan sekedar memburu kenikmatan dari kontraksi-kontraksi saraf, kalaupun jika menjadi anak maka akan menjadi anak yang sempurna dan saleh.

Doa
Salah satu doa yang bisa membangkitkan gairah dan kenikmatan yang luar biasa adalah “imra atunuuhin wamra ataluuthin kaa nataa tahta abdaini min ibadaadinaa shaalihien”. Doa ini dibaca 7 kali sebelum memulai bersenggama. Berdasarkan tata cara ilmu hikmah, cara membacanya dengan menahan nafas.
Ketika membaca doa ini hendaknya dalam kondisi suci dari najis atau hadas baik kecil maupun besar. Pengertiannya, sebelum memulai melakukan hubungan suami-istri, didahului dengan bersuci alias berwudlu terlebih dulu.
Setelah membaca doa tersebut 7 kali., baru memulai bersenggama dengan sang istri. Isya Allah menemukan sesuatu kenimatan yang belum pernah dirasakan sebelumnya, Bahkan sang istri merasakan seolah-olah ia terbang ke angkasa karena amat nikmatnya.
Kenikmatan itu disebabkan terjadinya kontraksi saraf bukan pada zakar (penis) saja, tetapi sekujur tubuh, bahkan saraf kepala. Hendaknya tidak meremehkan doa. Sesungguhnya doa itu mengandung kekuatan gaib yang tak bisa dijangkau akal dan dilihat mata. Namun bisa dirasakan dan pada hal-hal tertentu juga bisa tampak oleh mata telanjang.
Menurut peraga (ahli) seksiologi, kenikmatan biologis itu tergantung seberapa keras dan tegaknya penis. Dan, keras serta tegak itu disebabkan darah mengalir ke batang kemaluan pria. Jika darah banyak yang mengalir ke batang zakar maka seketika itu bisa sensitif dan keras.
Bangsa Arab atau penduduk Timur Tengah, dulu untuk menambah kenikmatan bersenggama banyak yang memakai minya oles. Minyak yang dipergunakan adalah memakai bahan empedu kambing hutan, yang jenis jantan. Orang Arab tidak suka makan jerohan hewan, tetapi diambil empedunya. Empedu dioleskan pada batang kemaluannya, sebelum melakukan senggama.
Untuk memperoleh empedu kambing hutan agaknya sulit. Namun ada ramuan lain, yaitu lada putih, belirang, dan madu mursni. Ukurannya masing-masing 1 sendok teh. Cara meramunya cukup ditumbuk secara halus. Belirang dan lada putih dihaluskan, lalu madu dicampurkan dan diaduk rata, baru dioleskan pada batang zakar dengan dipijit-pijit kurang lebih selama 30 menit. Cara ini bisa dilakukan selama 1 minggu. Hasilnya? Silahkan mencoba saja. (mus)

Posted in Karomah.

0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

Some HTML is OK

(required)

(required, but never shared)

or, reply to this post via trackback.