Harapan indah membangun rumah tangga sakinah, ternyata impian belaka. Belum lagi memasuki 10 tahun usia perkawinan, badai topan menerpa. Lantas, lelaki muda berwajah tampan ini, sebut saja namanya Tono, terpaksa harus mengambil sikap tegas, cerai.
Kehidupan perkawinannya tidak seindah yang dibayangkan waktu pacaran dulu, istrinya, Nanik bertingkah semaunya. Akibatnya tak ada hubungan harmonis dalam rumah tangga mereka. Lima tahun lalu pasangan Tono-Nanik menikah dan telah dikarunia seorang anak perempuan yang lucu. Semula mereka tinggal di Semarang. Meskipun Tono masih muda tetapi semangat kerjanya tinggi. Itu hanya demi keluarganya.
Tak heran jika ia akhirnya sukses sebagai kontraktor. Kebetulan Nanik adalah adik kelasnya kuliahnya dulu. Memamg waktu masih pacaran rasanya semua serba indah. Dan Tono terbuai dengan kecantikan fisik Nanik. Ia membayangkan, suatu saat berumah tangga, alangkah bahagianya. Istri cantik, pintar dan materi cukup. Setelah mengarungi bahtera rumah tangga ternyata khayalan itu sirna perlahan-lahan. Memasuki 3 tahun perkawinan, sifat Nanik berubah total. Ia suka bepergian dengan teman-temannya, katanya shopping.
Setelah lulus kuliah, ia tidak kerja. Menikmati duit suami di rumah sambil mendandani tubuhnya. Belakangan itu ia jadi suka ke salon. Apalagi setelah anaknya lahir. Ada-ada saja yang dipermak di wajahnya. Tono menganggap itu wajar, toh semua demi dirinya, begitu pikirnya. Namun lama kelamaan, Nanik tidak lagi peduli dengan anaknya. Ia malah sibuk bersama kawan-kawannya ke salon, shopping dan kabarnya mencoba-coba narkoba.
Karuan, Tono jengkel. Setiap pulang kerja, pembantunya bilang kalau sang istri pergi tidak tahu kemana. Boro-boro punya penghasilan sendiri, ini malah menghabiskan duit belanja. Akhirnya pertengkaran mulai sering timbul di rumah yang semula adem ayem itu. Setiap pertengkaran selalu diiringi beterbangan perabotan rumah tangga. Tak ada lagi rasa damai dan nyaman di rumah itu. Puncaknya, ketika Nanik kepergok teler berat dengan kawan-kawannya di sebuah kafe. Emosi Tono meledak.
Lantas adu mulut tidak terhindarkan lagi. Sampai akhirnya Nanik menyambar pisau, dan nekat mengancam bunuh suaminya. Tono tidak habis pikir, kenapa istrinya bisa berubah seperti itu. Ia benar-benar tidak menyangka kelakukan Nanik mulai membahayakan. Tono bingung, tak tahu apa yang harus diperbuatnya. Ia tidak mengerti kenapa istrinya sampai begitu nekat mengancamnya. Apakah ia punya selingkuhan? Kayaknya tidak, begitu pikirnya.
Di saat ia bimbang ragu itu, kembali satu peristiwa membuatnya jantungan. Uang tabungannya nyaris amblas semua. Tinggal beberapa juta yang tersisa. Siapa yang mengambil kalau bukan Nanik. Dan perempuan itu mengakuinya. Katanya dipinjamkan temannya yang lagi butuh duit. Tono menangis. Uang itu akan dipakai modal tambahan, sekarang ludes. Ia tidak dapat lagi berbuat apa-apa.
Kini suasana rumah tangga bagai neraka, panas dan bergejolak. Akhirnya ia putuskan untuk menceraikan Nanik. Dan ibu dari anak perempuannya itu setuju. Bahkan keluarganya mendukung perceraian itu segera diselesaikan. (diceritakan dino, teman tono kepada misterionline).
Pages
Altar (5)
Alternatif (26)
Cerita Cinta (21)
Cerita Misteri (43)
Jagad Aneh (10)
Jagad Keramat (17)
Japa Mantra (17)
Karomah (6)
Mitos (15)
News (21)
Primbon (4)
Sekse (18)
Situs (33)
Sufi (1)
Umum (2)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Arsip
- May 2009 (6)
- April 2009 (6)
- March 2009 (11)
- February 2009 (12)
- January 2009 (18)
- December 2008 (29)
- November 2008 (10)
- October 2008 (11)
- July 2008 (1)
- June 2008 (3)
- May 2008 (61)
- April 2008 (54)
- March 2008 (24)
- 0 (1)









0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.